Pages

October 18, 2026

[Jejak Mengajar] Cerita Hakikat Ilmu Kimia

[Kegiatan Pembelajaran Pengenalan Alat Laboratorium]

Saya tidak pernah lagi menulis cerpen atau puisi. Saya tidak pernah lagi menulis untuk diri saya sendiri. Rasanya seperti kekurangan waktu setiap saatnya. Padahal sebenarnya bukan seperti itu, prioritas itu telah berpindah. Awalnya menulis cerpen dan puisi adalah hobi sekaligus kesenangan bagi saya. Namun sekarang, kesenangan itu berpindah dengan mengurusi pekerjaan rumah. 

Saya masih menjadi seorang guru di Kepulauan. Rutinitas saya tetap sama tidak berubah sedikitpun. Fokus saya hanya satu: mengajar. Anehnya, itu lebih dari cukup bagi saya. Tidak ada lagi ambisi, karena bisa jadi mimpi saya terlalu rendah. Ketika saya sudah menjadi guru, mengajar, berkutat dengan ilmu yang saya senangi, itu sudah cukup. Entahlah, rasanya sekarang saya lebih banyak belajar secara otodidak. Cari tau sendiri. Bukan tidak ingin ikut seminar dan sejenisnya. Hanya saja, waktu saya tidak sepenuhnya berada di sini. Otak saya terbagi menjadi beberapa bagian yang harus secara adil saya imbangi. Jika saya melebihkan kepada sesuatu, maka tertinggallah yang lainnya. Dan, keluarga tidak akan pernah menjadi yang kedua bagi saya. Keluarga adalah yang utama. Karir dan lainnya, akan tiba masanya saya mengurusnya dengan baik. Terpenting sekarang adalah, saya jalani tugas sebaik-baiknya, mengajar sepenuh hati, dan setelah itu kembali pulang ke rumah. 

Setelah mengenal Al, jujur saya sedikit kecanduan. Al mempermudah beberapa aspek. Saya tidak pandai mendesain dan akan butuh waktu yang sangat lama. Namun, Al membantu hal tersebut. Sedari dulu, saya ingin mencicil menulis modul pembelajaran. Sayangnya itu selalu terhenti karena Kurikulum yang selalu berubah. Misalnya, baru membuat modul yang 'bagus' menurut saya, eh Kurikulum sudah berganti. Akibatnya setelah itu, saya urung diri. 

Tahun ini saya mulai menggunakan Al untuk menyusun pembelajaran. Terlihat menarik dan bisa membangunkan otak saya yang tertidur beberapa waktu silam. Saya menggunakan Al hanya untuk mendesain tampilannya. Modul berwarna menurut saya terlihat menarik. Saya pribadi pun semangat untuk menyusunnya. Desain dari Al, tapi konsep materinya masih berasal dari saya. Kenapa demikian? Jika kita meminta kepada Al, menurut saya akan dibuatkannya dengan lengkap. Tapi terkadang itu tidak sesuai dengan kondisi dan karakteristik siswa saya di sini. Termasuk tujuan pembelajaran yang harus saya sesuaikan hingga asesmen yang tidak bisa sama dengan sekolah lain. 

Minggu lalu, siswa fase E saya baru selesai Penilaian Sumatif Lingkup Materi topik Hakikat Ilmu Kimia. Jika dilihat dari modul, sebenarnya ini cukup boros pertemuan. Namun, mau bagaimana lagi? Saya tidak bisa memaksakan banyak materi jika nantinya pemahaman siswa kosong. Biarlah lambat sedikit, namun siswa dapat mengingat dengan baik. Ingat saja mereka secuil dari materi pertemuan sebelumnya itu adalah sedikit kebahagiaan bagi saya. 

Saya menyusun 6 pertemuan untuk materi ini. Apa hal menarik yang saya temukan? Banyak hal sebenarnya. Metode dan media pembelajaran yang saya gunakan berbeda di setiap pertemuan. Cuman yang menjadi perhatian saya adalah siswa-siswa dengan label 'bermasalah' yang mencuri minat saya. Setidaknya, ketika saya bertanya suatu materi mereka dapat membedakan mana perubahan fisika dan kimia serta mana unsur, senyawa, dan campuran. Anak-anak yang dilabel nakal, sering cabut, buat masalah, entah bagaimana alhamdulillah satu bulan belakangan ini agak penurut menurut saya. Alhasil saya pun terharu oleh mereka. Ketika saya bentuk kelompok, untuk menghindari pertengkaran di kelas, maka saya satukan mereka semua. Tahukah apa yang terjadi? Mereka kompak. Saling kerjasama, saling membantu, dan tugas lebih cepat selesai jadinya. Dari sana saya berpikir, mereka akan baik-baik saja kedepannya. Semoga hati mereka tetap ingin belajar. 

Kita akan selalu tau bagaimana sifat seseorang ketika diajak dalam kelompok. Kebanyakan siswa pintar selalu kesulitan untuk bekerja sama. Mungkin karena mereka punya sifat mandiri dan tidak ingin bekerja sama dengan yang lain. Ada beberapa pertemuan yang mengharuskan mereka untuk bekerja dalam kelompok. Temuan saya, ada 1 kelompok bertengkar. Penyebabnya? Komunikasi yang tidak berjalan dengan baik serta ego masing-masing yang tinggi. Selain itu, ketika saya mengajak untuk berkelompok ada juga siswa yang terlihat mendengus tanda tidak suka dibentuk kelompok. Yap, dia adalah siswa yang pintar menurut saya. Evaluasi saya, kegiatan kelompok tidak dibuat dominan. Hanya dilakukan beberapa kali seperti tentang materi Kimia Disekitar Kita, Metode Ilmiah, dan ketika membahas soal sebelum Penilaian Sumatif. 

Apa evaluasi saya?

Ada beberapa hal yang akan saya perbaiki yaitu ketika menerangkan konsep unsur, senyawa, dan campuran. Saya perlu menambahkan tentang campuran homogen dan heterogen. Refleksi setelah melihat hasil latihan siswa, sebagian siswa masih ragu untuk membedakan unsur, senyawa, dan campuran. 

Lalu, untuk materi Metode Ilmiah dibagian LKPD nya akan saya ubah. LKPD yang saya buat memang menarik, tapi saya melihat prosesnya anak-anak sempat bingung. LKPD yang akan diisinya berbeda dengan runut dan teknis cara saya mengajar. 

Pengenalan Alat Laboratorium sepertinya harus dibuat berkelompok ketika memperkenalkan alat. Tujuannya supaya mereka dapat mengalami pengalaman langsung. Saya melihat mereka kesulitan membedakan antara Gelas Kimia dan Gelas Ukur. Lalu dibuatkan LKPD dengan prosedur kerja yang disesuaikan dengan alat yang akan mereka pilih. Lalu mereka akan presentasikan di depan kelas. 

Menurut saya hanya itu. Hal lainnya menurut saya sudah aman. Semoga saya dapat konsisten dan terus mencicil modul ajar berikutnya. Sekarang, saya hanya fokus untuk kelas X fase E dulu. Apabila fase E telah selesai, baru lanjut tingkat berikutnya. Semangat💪💓

(Parah sekali, saya bahkan tidak punya dokumentasi dalam mengajar)

Jika ada yang berminat dengan modul silahkan kunjungi di sini ya: Modul Ajar Hakikat Ilmu Kimia

Ini covernya: (Rasanya senang sekali modul ini rampung dengan sebaik-baiknya dan jujur ini sudah saya terapkan di kelas)




[Jejak Belajar] Keluargaku

[4 gambar berwarna dari kiri ke kanan adalah gambar yang katanya adaah keluarganya]

Minggu ke dua, Hafshah belajar tentang keluarga. Selama seminggu itu, saya memperkenalkan kepadanya apa yang dinamakan dengan keluarga serta siapa saja yang termasuk dalam keluarganya. Awal pembelajaran, dia sudah terlihat senang dan sangat antusias ketika saya mengajaknya untuk menghitung jumlah anggota keluarga. Ketika saya bertanya hal tersebut, dia langsung memperlihatkan empat jarinya kepada saya yang menunjukkan jumlah anggota keluarganya ada empat yaitu: Ayah, Bunda, Dirinya, dan Adiknya. 

Ada beberapa kegiatan yang belum saya lakukan, seperti membacakan buku bergambar tentang keluarga. Rencananya besok baru akan saya cetak dulu, sehingga bisa dilihat sambil dibacakan oleh Ayahnya. Buku tentang keluarga yang akan saya bacakan berjudul 'Ani Sayang Keluarga'. Ini adalah buku gratis untuk anak PAUD dan bisa di download di sini: Download Buku Ani Sayang Keluarga

Apa hal menarik pada minggu ini?

Hafshah mampu menyebutkan anggota keluarganya sekaligus namanya. Ketika saya tanya siapa saja keluarganya, dia akan menjawab ayah, bunda, dan adiknya. Ada satu kegiatan yang tidak selesai kami kerjakan, yaitu 'menggambar anggota keluarga'. Ketika saya menyuruh untuk menggambar keluarga, dia hanya mau menggambar saya, dan menolak untuk menggambar yang lain. Lalu, dia hanya ingin menggambar apa yang dia inginkan. Saya hanya tersenyum ketika itu. Dia adalah Putri pertama saya. Hatinya keras dan punya keinginan sendiri. Maka, saya biarkan apa yang menjadi keinginannya. 

Anehnya, ketika saya mulai mengajarkan dia tema minggu ke tiga yaitu tentang Rumahku, tiba-tiba dia ingin menggambar keluarganya. Dia berkata ingin menggambar bunda, ayah, dan adiknya. Entah kenapa dia terlihat bersemangat. Dia menggambar satu persatu sambil melihat ciri-ciri kami. Dia melihat saya dengan seksama, bagaimana bentuk alis, wajah, rambut, dan hal lainnya yang bisa dia amati. Setelah itu dia bergantian mengamati ayah dan adiknya. Alhamdulillah. Rasanya bahagia melihatnya seperti itu. Ketika belajar, dia terlihat tenang. Walaupun ketika marah atau kehendaknya tidak sesuai saya masih mendengar dia berteriak atau marah-marah. Namun, sekarang sudah mulai berkurang. Kami masih berusaha. 

Mungkin, tanpa saya sadari ada hal-hal kecil yang patut selalu saya syukuri. Hafshah adalah putri saya yang lembut, penuh empati, dan suka bekerja sama. Ketika saya lembut dengannya, maka lembut pulalah perangainya, ketika saya marah padanya maka keras pulalah hatinya. Ya Allah. 

Malam ini dia membuat gambar saya lagi. Di samping gambar saya, dia membuat gambar hati dan bintang. Tak terduga dia mengatakan 'I love you' ketika saya selesai sholat Magrib. Ya Allah. Bukankah begitu tulus dia terhadap saya?

Sebenarnya saya lelah. Pekerjaan rumah, sekolah, kegiatan anak-anak yang tetap harus saya imbangi. Namun, semuanya adalah lelah yang berbuah lillah. Ya Allah. 

Minggu ini telah selesai. Saya sudah mulai mengajarkannya tentang rumahku hari ini. Semangat💪

October 16, 2026

[Jejak Belajar] Tubuhku

[Hasil karya Hafshah-Bantuan Al hanya background gambar]

Saya memiliki 2 orang putri. Usianya tidak terpaut jauh. Putri pertama saya sekarang berusia 4 tahun, dan putri kedua November bulan depan genap berusia 2 tahun. Saya menamai mereka Hafshah dan Ruqayyah. Singkat cerita tentang mereka terlebih dahulu. Saya sudah lama tidak menulis di sini. Selama ini saya selalu menulis tentang diri saya dan buku. Lalu kemarin ingin sekali menulis jurnal tentang mengajar. Yap, hal yang saya senangi dan cintai. Saya harus jujur, saya tidak menggunakan Tiktok, tidak berusaha untuk membuat konten seperti membuat video pembelajaran ataupun hal lainnya. Alasannya sederhana: saya malu menunjukkan diri saya. Saya lebih senang menulis seperti ini dibandingkan memperlihatkan lainnya. Sebegitu introvertkah diri saya ini?

Malam ini, saya berharap bisa konsisten menulis lagi. Bukan untuk siapa-siapa, tetapi lebih untuk diri saya sendiri, dan kalau-kalau Allah berikan umur yang panjang, putri saya akan membaca tulisan ini. Sebenarnya sejak usia 3 tahun, saya sudah mulai mengajaknya belajar sambil bermain, seperti menggambar, mewarnai, mencocokkan gambar, dan permainan koding lainnya. Namun, kegiatan itu bersifat acak tidak terstruktur. Tahun depan, umurnya genap 5 tahun. Saya dan ayahnya berencana untuk menyekolahkannya di TK Sikakap. Maka dari itu, saya perlahan ingin mempersiapkan kemampuannya, termasuk dalam kemandiriannya. 

Saya meminta bantuan Al untuk membuat program pembelajarannya. Entah mengapa sekarang semuanya serba instan, tinggal dicocokkan dengan kebutuhan saja. Nah, pembelajarannya sudah berjalan Minggu ke 2. Pembelajaran Minggu ke 1 berbicara tentang 'Anggota Tubuhku'. 

Apa saja yang dipelajari Hafshah di Minggu itu? 

Saya memintanya untuk mengenal anggota tubuh. Sebenarnya sejak umur 2 tahun lebih dia sudah mampu menunjukkan anggota tubuh dasarnya. Pada pembelajaran itu, saya menyelipkan berhitung yaitu menghitung jumlah masing-masing anggota tubuh, termasuk menghitung jumlah jari. Ketika diajak berhitung, awalnya dia masih semangat. Namun ketika saya suruh menghitung jumlah jari dia mulai terlihat bosan. 

Berikutnya, saya ajak dia bernyanyi seperti nyanyi kepala pundak lutut kaki. Pada kegiatan ini, dia terlihat antusias dan tertawa lepas. Kebetulan saya ajak dia belajar bersama adiknya, sekaligus memperkenalkan anggota tubuh dasar pada Ayya. Mungkin anak-anak selalu senang ketika diajak bernyanyi, ya.😄

Hari berikutnya: mewarnai, menempel, dan menyusun puzzle. Kalau saya boleh memilih, inilah kegiatan yang menurut saya dia sangat antusias. Entahlah, menurut saya dia senang menggambar dan mewarnai. Bagaimana hasil gambar mewarnainya? Bagus, walaupun warnanya tidak seragam. Untuk rambut ada beberapa warna. Saya bimbing dia untuk mewarnai sekaligus memperkenalkan gambar aslinya di kehidupan nyata. Kabar baiknya setelah itu, ketika akan mewarnai sesuatu dia selalu bertanya warna apa yang cocok atau seharusnya. Misalnya: "Daun warnanya apa, Bun?"

Sebelum istirahat malam, dia meminta ayahnya untuk menceritakan sebuah buku yang berjudul 'Tubuhku'. Kebetulan saya download gratis dari laman Kemendikdasmen yang merupakan buku untuk pembelajaran PAUD. Alhamdulillah, di dalam buku itu cukup lengkap memperkenalkan anggota tubuh serta untuk menjaga kebersihan diri. Silahkan download di sini untuk bukunya format Pdf: Buku Digital Tubuhku

Minggu pertama alhamdulillah berjalan lancar. Dan akan saya lanjutkan minggu kedua. Semangat. 

August 21, 2026

[Jejak Mengajar] Penugasan Foto Kimia Disekitar Kita

Sudah sangat lama sekali saya tidak menulis di sini. Terakhir kali adalah tahun 2020 dan sudah berlalu 6 tahun lalu. Tahun ini saya berusaha untuk kembali menulis, menyusun beberapa hal yang bisa ditulis. Setelah banyak hal yang terjadi setelah tahun 2021, saya bisa sedikit bernapas lega di tahun ini. Saya mulai memiliki waktu untuk diri saya sendiri.

Sekedar mengingatkan kembali: saya adalah guru kimia yang masih bertahan di Kepulauan Mentawai sejak tahun 2019. Sejak saat itulah kehidupan saya berubah yang dari awalnya hanya melihat daratan berubah menjadi pemandangan laut tak terkira.

Foto di samping adalah kumpulan tugas kelas X di SMA Negeri 2 Sikakap dengan materi “Kimia Disekitar Kita” sebagai materi pengenalan tentang kimia. Saya menugaskan mereka untuk mengambil foto terkait aktivitas atau benda yang berhubungan dengan kimia. Sebelum tugas itu saya berikan, saya telah menjelaskan kepada mereka tentang Kimia dalam Kehidupan sehari-hari, sehingga mereka lebih mengetahui sebenarnya belajar kimia tentang apa-apa saja.

Tahun sebelumnya saya belum pernah memberikan tugas dalam bentuk foto seperti ini. Alasannya adalah keterbatasan media dari siswa. Umumnya siswa tidak memilik ponsel, akibatnya saya urung melakukannya. Sebagai gantinya adalah saya mengajak mereka untuk melakukan observasi lingkungan untuk menemukan benda-benda yang berkaitan dengan kimia.

Pada tahun ini, semua siswa sudah memiliki ponsel. Hal ini membuat hati saya tergerak untuk memberikan tugas tersebut. Lalu, saya membimbing mereka untuk menggunakan google form. Setelah tugas foto tersebut mereka ambil, saya meminta mereka untuk mengirimnya melalui google form yang telah saya bentuk.  

Bagaimana perasaan saya setelah memberikan penugasan ini kepada siswa? Saya merasa lebih baik. Saya ingin belajar, mengikuti perkembangan yang ada. Meskipun begitu banyak keterbatasan yang ada serta saya masih minim akan banyak hal.

Semangat….

May 28, 2020

[Review Buku] Tutorial Ramadhan #Abu Mujahid

Rating Buku ★★★★★ (DIBACA BULAN MEI 2020)

Judul Buku : Tutorial Ramadhan

Pengarang : Abu Mujahid

Tahun terbit : 2016

Penerbit : Infaq Dakwah Center

Jumlah halaman : 200 halaman

Sebagai ibadah tertua di muka bumi, Ramadhan menjadi sangat spesial karena Allah Subhanahu wata'ala mengaruniakan berbagai keistimewaan, antara lain: pintu-pintu surga terbuka lebar, pintu neraka ditutup rapat, setan-setan dibelenggu tak berdaya, bau mulut yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dibandingkan kesturi, dan diampuni dosa-dosa yang telah lampau.

Namun disayangkan, masih banyak kaum muslimin yang meremehkan puasa Ramadhan dan tidak tertarik dengan janji-janji Allah. Fenomena lain yang memprihatinkan, sebagian kaum muslimin sangat antusias menyambut Ramadhan. Dengan dalil-dalil Al-Qur'an, Sunnah, perkataan shahabat dan pendapat para ulama, pembaca dituntun untuk menjalani ibadah secara benar dan powerfull, mulai dari sebelum Ramadhan hingga Ramadhan berlalu.


Alhamdulillah saya bersyukur akhirnya dapat menyelesaikan buku ini. Buku ini saya peroleh empat tahun lalu melalui kegiatan donasi Infaq Dakwah Center secara gratis. Kebiasaan buruk yang susah sekali hilang menimbun buku. Buku ini terabaikan hingga tersentuh di tahun ini. Alhamdulillah. Sebenarnya saya mencicil buku-buku yang diberikan IDC berhubung ada 3 buku setiap tahunnya.

Buku setebal 200 halaman ini sangat tepat menemati ibadah ramadhan. Buku yang tipis dengan pembahasan yang komplit. Dimulai dengan Syarat Diterimanya Amal (Ikhlas & Sesuai Tuntunan Rasulullah), Keagungan Bulan Ramadhan, Pembatal Puasa, Qadha Puasa, hingga pertanyaan-pertanyaan kontemporer tentang puasa. Penulis membahas dengan sistematis sehingga pembaca merasakan setiap bagian ibadah yang harus diketahui dan dilaksanakan selama Ramadhan. Bahasa yang digunakan mudah dipahami terlebih untuk saya yang awam dengan istilah ilmu agama. 

Kekuataan dari buku ini adalah referensi yang jelas melalui Al-Qur'an, Sunnah, perkataan para sahabat, dan pendapat para ulama. Permasalahan fikih memang terdapat banyak pendapat dari ulama. Lalu pendapat manakah yang akan kita pedomani dalam menjalankan ibadah? Setiap pembahasan yang memiliki perbedaan pendapat, penulis memaparkan setiap pendapat ulama tersebut. Lalu pada bagian penutup akan ditulis pendapat jumhur ulama (pendapat terkuat). Nah, pendapat terkuat inilah yang InsyaAllah bisa kita jadikan tuntunan dalam beribadah. Wallahu a'lam. 

Masalah sederhana yang sering dipertanyakan saat Ramadhan adalah Hukum Ibu Hamil dan Menyusui apakah si ibu akan membayar fidyah atau mengqadha puasanya. Nyatanya permasalahan ini memiliki ketentuan yang harus dipahami serta pendapat ulama yang berbeda. Saya membaca perihal ini baik-baik karena kebetulan ada yang bertanya, lalu kita berdiskusi. Alhamdulillah.

Lalu mengenai qadha puasa wanita. Sedikit wanita yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan full mengingat datangnya haidh setiap bulan. Ada ilmu dan pertanyaan yang terjawab oleh saya selama ini. 

Bagaimana jika lupa jumlah puasa yang diqadha? 

Bagaimana hukumnya jika belum membayar qadha puasa Ramadhan yang lalu?

Alhamdulillah buku ini memaparkan dengan cukup jelas mengenai Qadha Puasa Wanita. 

Walaupun Ramadhan InsyaAllah akan selalu hadir bersama kita, buku tentang Ramadhan perlu dibaca berulang-ulang. Tujuannya adalah agar tidak lupa dan menjalankan ibadah sesuai tuntunan. 

Buku ini juga membahas tentang Zakat Fitri, Hukum Membayar Fidyah, dan hal-hal sederhana yang dapat membatalkan atau merusak puasa. Melalui buku ini alhamdulillah saya paham tentang ketentuan Membayar Fidyah.

Pada bagian akhir buku ini ditutup dengan pertanyaan-pertanyaan kontemporer saat ini. Misal tentang penggunaan obat bius, apakah membatalkan puasa atau tidak. Nyatanya terdapat ketentuan mengenai hal tersebut. 

Bagaimana hukum mencabut gigi saat berpuasa?

Bagaimana hukum menggunakan pil KB ketika berpuasa?

Bagaimana hukum menggunakan inhaler bagi penderita asma saat berpuasa?

Alhamdulillah buku ini menjelaskan dengan baik. Wallahu a'lam Bishawab~

Taqabbalallahu Minna wa Minkum~

October 19, 2019

[Review Buku] Luka Kata #Candra Malik

Judul : Luka Kata
Pengarang : Candra Malik
Tahun terbit : 2019
Penerbit : Grasindo
Jumlah halaman : 244 halaman

Perumpaman rinduku padamu, adalah pintu yang kau buka tutup hanya untuk kau lewati. Memang bukan aku yang kau tuju, namun jantungku yang berdegup tiap kau datang dan pergi. – Andai Kau Merasa (2018)

Saya menyelesaikan buku ini Juli lalu—dengan kebiasaan berdiri di pojok toko buku. Ini pertama kali saya membaca karangan Candra Malik. Setiap puisi yang ditulis seolah mewakili perasaan dari penulis. Lalu tanpa sadar saya menyukai beberapa puisi yang ditulis oleh penulis. Salah satunya adalah Andai Kau Merasa dan Setapak Untuk Pulang.

…Nanti jika waktu telah datang, air mata takkan lagi berlinang. –Setapak Untuk Pulang (2017)

Saya belum pernah menulis review buku sekumpulan puisi. Alasannya karena saya tidak begitu paham tentang penulisan puisi. Pemilihan diksi, struktur kalimat, dan hal-hal lain yang tidak saya pahami. Hanya saja, saya menyukai setiap pemilihan diksi dari penulis dan pola dari setiap bait—teratur dan terdengar indah.

…Selemah-lemah doa, Dia mendengarnya. – Tak Lupa Bahagia (2017)

Saya selesai dengan buku ini dan memberikan 4/5 bintang.

…Cinta mengajariku hal-hal sederhana
Dan setidaknya aku telah mencoba
Pada hal-hal yang tak terkatakan
Oleh Tuhan, kita takkan didiamkan
(2018)

July 11, 2019

[Review Buku] Pergi #Tere Liye

Judul : Pergi
Pengarang : Tere Liye
Tahun Terbit : Juni 2018
Penerbit : Republika
Jumlah Halaman : 455 halaman

Sinopsis:
"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan demi kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan ke mana langkah kaki akan di bawa Pergi."
###