Pages

Showing posts with label Review Buku. Show all posts
Showing posts with label Review Buku. Show all posts

May 28, 2020

[Review Buku] Tutorial Ramadhan #Abu Mujahid

Rating Buku ★★★★★ (DIBACA BULAN MEI 2020)

Judul Buku : Tutorial Ramadhan

Pengarang : Abu Mujahid

Tahun terbit : 2016

Penerbit : Infaq Dakwah Center

Jumlah halaman : 200 halaman

Sebagai ibadah tertua di muka bumi, Ramadhan menjadi sangat spesial karena Allah Subhanahu wata'ala mengaruniakan berbagai keistimewaan, antara lain: pintu-pintu surga terbuka lebar, pintu neraka ditutup rapat, setan-setan dibelenggu tak berdaya, bau mulut yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dibandingkan kesturi, dan diampuni dosa-dosa yang telah lampau.

Namun disayangkan, masih banyak kaum muslimin yang meremehkan puasa Ramadhan dan tidak tertarik dengan janji-janji Allah. Fenomena lain yang memprihatinkan, sebagian kaum muslimin sangat antusias menyambut Ramadhan. Dengan dalil-dalil Al-Qur'an, Sunnah, perkataan shahabat dan pendapat para ulama, pembaca dituntun untuk menjalani ibadah secara benar dan powerfull, mulai dari sebelum Ramadhan hingga Ramadhan berlalu.


Alhamdulillah saya bersyukur akhirnya dapat menyelesaikan buku ini. Buku ini saya peroleh empat tahun lalu melalui kegiatan donasi Infaq Dakwah Center secara gratis. Kebiasaan buruk yang susah sekali hilang menimbun buku. Buku ini terabaikan hingga tersentuh di tahun ini. Alhamdulillah. Sebenarnya saya mencicil buku-buku yang diberikan IDC berhubung ada 3 buku setiap tahunnya.

Buku setebal 200 halaman ini sangat tepat menemati ibadah ramadhan. Buku yang tipis dengan pembahasan yang komplit. Dimulai dengan Syarat Diterimanya Amal (Ikhlas & Sesuai Tuntunan Rasulullah), Keagungan Bulan Ramadhan, Pembatal Puasa, Qadha Puasa, hingga pertanyaan-pertanyaan kontemporer tentang puasa. Penulis membahas dengan sistematis sehingga pembaca merasakan setiap bagian ibadah yang harus diketahui dan dilaksanakan selama Ramadhan. Bahasa yang digunakan mudah dipahami terlebih untuk saya yang awam dengan istilah ilmu agama. 

Kekuataan dari buku ini adalah referensi yang jelas melalui Al-Qur'an, Sunnah, perkataan para sahabat, dan pendapat para ulama. Permasalahan fikih memang terdapat banyak pendapat dari ulama. Lalu pendapat manakah yang akan kita pedomani dalam menjalankan ibadah? Setiap pembahasan yang memiliki perbedaan pendapat, penulis memaparkan setiap pendapat ulama tersebut. Lalu pada bagian penutup akan ditulis pendapat jumhur ulama (pendapat terkuat). Nah, pendapat terkuat inilah yang InsyaAllah bisa kita jadikan tuntunan dalam beribadah. Wallahu a'lam. 

Masalah sederhana yang sering dipertanyakan saat Ramadhan adalah Hukum Ibu Hamil dan Menyusui apakah si ibu akan membayar fidyah atau mengqadha puasanya. Nyatanya permasalahan ini memiliki ketentuan yang harus dipahami serta pendapat ulama yang berbeda. Saya membaca perihal ini baik-baik karena kebetulan ada yang bertanya, lalu kita berdiskusi. Alhamdulillah.

Lalu mengenai qadha puasa wanita. Sedikit wanita yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan full mengingat datangnya haidh setiap bulan. Ada ilmu dan pertanyaan yang terjawab oleh saya selama ini. 

Bagaimana jika lupa jumlah puasa yang diqadha? 

Bagaimana hukumnya jika belum membayar qadha puasa Ramadhan yang lalu?

Alhamdulillah buku ini memaparkan dengan cukup jelas mengenai Qadha Puasa Wanita

Walaupun Ramadhan InsyaAllah akan selalu hadir bersama kita, buku tentang Ramadhan perlu dibaca berulang-ulang. Tujuannya adalah agar tidak lupa dan menjalankan ibadah sesuai tuntunan. 

Buku ini juga membahas tentang Zakat Fitri, Hukum Membayar Fidyah, dan hal-hal sederhana yang dapat membatalkan atau merusak puasa. Melalui buku ini alhamdulillah saya paham tentang ketentuan Membayar Fidyah.

Pada bagian akhir buku ini ditutup dengan pertanyaan-pertanyaan kontemporer saat ini. Misal tentang penggunaan obat bius, apakah membatalkan puasa atau tidak. Nyatanya terdapat ketentuan mengenai hal tersebut. 

Bagaimana hukum mencabut gigi saat berpuasa?

Bagaimana hukum menggunakan pil KB ketika berpuasa?

Bagaimana hukum menggunakan inhaler bagi penderita asma saat berpuasa?

Alhamdulillah buku ini menjelaskan dengan baik. Wallahu a'lam Bishawab~

Taqabbalallahu Minna wa Minkum~

October 19, 2019

[Review Buku] Luka Kata #Candra Malik

Judul : Luka Kata
Pengarang : Candra Malik
Tahun terbit : 2019
Penerbit : Grasindo
Jumlah halaman : 244 halaman

Perumpaman rinduku padamu, adalah pintu yang kau buka tutup hanya untuk kau lewati. Memang bukan aku yang kau tuju, namun jantungku yang berdegup tiap kau datang dan pergi. – Andai Kau Merasa (2018)

Saya menyelesaikan buku ini Juli lalu—dengan kebiasaan berdiri di pojok toko buku. Ini pertama kali saya membaca karangan Candra Malik. Setiap puisi yang ditulis seolah mewakili perasaan dari penulis. Lalu tanpa sadar saya menyukai beberapa puisi yang ditulis oleh penulis. Salah satunya adalah Andai Kau Merasa dan Setapak Untuk Pulang.

…Nanti jika waktu telah datang, air mata takkan lagi berlinang. –Setapak Untuk Pulang (2017)

Saya belum pernah menulis review buku sekumpulan puisi. Alasannya karena saya tidak begitu paham tentang penulisan puisi. Pemilihan diksi, struktur kalimat, dan hal-hal lain yang tidak saya pahami. Hanya saja, saya menyukai setiap pemilihan diksi dari penulis dan pola dari setiap bait—teratur dan terdengar indah.

…Selemah-lemah doa, Dia mendengarnya. – Tak Lupa Bahagia (2017)

Saya selesai dengan buku ini dan memberikan 4/5 bintang.

…Cinta mengajariku hal-hal sederhana
Dan setidaknya aku telah mencoba
Pada hal-hal yang tak terkatakan
Oleh Tuhan, kita takkan didiamkan
(2018)

July 11, 2019

[Review Buku] Pergi #Tere Liye

Judul : Pergi
Pengarang : Tere Liye
Tahun Terbit : Juni 2018
Penerbit : Republika
Jumlah Halaman : 455 halaman

Sinopsis:
"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan demi kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan ke mana langkah kaki akan di bawa Pergi."
###

June 13, 2019

[Review Buku] Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta #AlviSyahrin

Judul : Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta
Pengarang : Alvi Syahrin
Tahun Terbit : Desember 2018
Penerbit : Gagasmedia
Jumlah Halaman : 223 halaman

Sinopsis:
Jika kita tak pernah jatuh cinta, mungkinkah kita bisa lebih menghargai diri sendiri dengan melepaskan dia yang selalu menyakiti?

Terkadang, cinta memang sakit dan rumit. Namun, bisa pula membuat bahagia dan senyum. Tidak ada habisnya. Keduanya bersimpangan, tetapi pasti kita rasakan.

Jika kita tak pernah jatuh cinta dituliskan untukmu yang pernah merasa terpuruk karena cinta, lalu bangkit lagi disebabkan hal yang sama.

###

January 2, 2019

[Review Buku] Rumah Lebah #Dodi Prananda

Judul : Rumah Lebah
Pengarang : Dodi Prananda
Tahun Terbit : 11 Agustus 2014
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Jumlah Halaman : 276 halaman

Sinopsis:
Kehidupan di rumah lebah adalah harmoni. Didiami pasangan suami-istri yang saling mencinta, Rama dan Shinta. Para boneka yang menghuni toko mungil mereka memiliki harmoni kehidupan mereka sendiri. Pesta, persaingan, perselisihan, dan semuanya sangat mewakili dua kehidupan yang berbeda. 

Ketika Shinta memutuskan untuk mengangkat anak, mulailah terjadi riak-riak dalam kehidupan dua dunia itu. Akankah rumah lebah mampu melanjutkan harmoni itu?
###

December 31, 2018

[Review Buku] Le Petit Prince (Pangeran Cilik) #Antoine De Saint-Exupery

Judul : Le Petit Prince (Pangeran Cilik)
Pengarang : Antoine De Saint-Exupery
Tahun Terbit : Desember 2011
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 120 halaman

Sinopsis:
Pangeran Cilik termasuk buku yang paling banyak diterjemahkan di dunia. Konon pernah disadur ke dalam 230 bahasa asing. Buku ini memang luar biasa. Tampaknya seolah cerita anak-anak. Tapi sebenarnya dinikmati dan direnungkan juga oleh orang dewasa. Lewat cerita seorang anak yang mengamati dunia dengan mata naif dan lugu, Saint-Exupery menyentuh beberapa nilai dan pengalaman manusia yang paling dasar, seperti kekuasaan, tanggung jawab, dan cinta. Dongeng yang mengharukan sekaligus amat mendalam ini termasuk karya-karya agung sastra dunia yang tidak terlupakan.
###

December 30, 2018

[Review Buku] Surat Cinta (Above and Beyound) #Sandra Brown

Judul : Surat Cinta (Above and Beyound)
Pengarang : Sandra Brown
Tahun Terbit : Agustus 2018
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 320 halaman

Sinopsis:
Sesaat setelah melahirkan bayi pertamanya. Kyla Stroud diberitahu bahwa suaminya, Marinir Richard Stroud, tewas dalam tugas. Tak ada apa pun yang tersisa dari Richard, tidak juga barang-barang pribadinya, untuk dikirimkan pada Kyla sebagai kenangan. 

Sementara itu, di Jerman, seorang anggota Marinir lain yang selamat dari ledakan bom, tersadar dari tidur panjangnya dan mendapati dirinya tidak lagi utuh seperti dulu. Namun, semangat hidupnya bangkit kembali ketika membaca setumpuk surat cinta milik sahabatnya yang tak sengaja jatuh ke tangannya. Dan ia pun jatuh cinta pada wanita yang menulis surat-surat itu...
###

December 9, 2018

[Review Buku] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini #MarchellaFP

Judul : Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Pengarang : Marchella FP
Tahun Terbit : Oktober 2018
Penerbit : POP
Jumlah Halaman : 200 halaman

Barangkali sudah  lama saya tidak lagi membaca berjam-jam di Gramedia sambil berdiri, lalu pulang dengan menyelesaikan satu buku. Saya menemukan buku ini dengan mudah. Bukan tanpa alasan saya memutuskan untuk membacanya. Beberapa bulan belakangan beranda di media sosial saya penuh dengan promosi buku ini. Lalu, entah kenapa saya pun ikut penasaran untuk membacanya. 

Awalnya saya mengira bahwa buku ini akan bercerita tentang sepasang kekasih. Nyatanya, tidak demikian. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini-- seorang ibu yang menulis surat kepada anaknya, tentang bagaimana seharusnya menjalani hidup. 

Ini pertama kalinya saya membaca tulisan Marchella. Menurut saya, ini perkenalan yang baik. Karena, esok-esok saya ingin membaca karyanya yang lain. Saya suka dengan kalimat-kalimat sederhana yang disuguhkan penulis. Sederhana namun cukup membuat saya lama untuk membalik halaman selanjutnya. 
"Saat terlalu sibuk mencari, jawaban dari ratusan pertanyaan, jangan sia-siakan mereka yang ada dalam proses pencarian."

June 16, 2018

[Review Buku] Surat untuk Ruth #Bernard Batubara

Judul : Surat untuk Ruth
Pengarang : Bernard Batubara
Tahun terbit : 15 April 2014
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 168 halaman
Sinopsis

Ubud, 6 Oktober 2012

Ruth,

Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama, bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta namun ditakdirkan untuk tidak bersama? Aku dan kamu tidak memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan. Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan? 

Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth?
***

June 3, 2018

[Review Buku] Lovely Heist #Prisca Primasari

Judul : Lovely Heist
Pengarang : Prisca Primasari
Tahun terbit : April 2018
Penerbit : Inari
Jumlah halaman : 432 halaman
Sinopsis

"Kalau satu-satunya cara untuk menyelamatkan Frea adalah dengan mencuri, saya akan melakukannya."

Padahal Liquor sedang berulang tahun, tetapi dia malah mendapat 'kado' yang sangat mengerikan. Kado yang mengancam nyawa Frea, gadis yang teramat dicintai Liquor dan akan segera dinikahi olehnya. Maka dimulailah misi Liquor untuk menyelamatkan Frea. Bersama Night yang sialnya juga mendapat 'kado' serupa. Liquor dan Frea bertolak ke Inggris demi misi tersebut. Di Stratford-upon-avon, Bibury, dan London, mereka menemui rangakaian kejadian yang gelap, manis, lucu, menegangkan, menyakitkan, serta berhadapan dengan masa lalu yang tak henti-hentinya menghantui Liquor. 

Berhasilkah mereka menyelesaikan misi itu?
***

May 29, 2018

[Review Buku] Love Theft #Prisca Primasari

Judul : Love Theft #1 dan #2
Pengarang : Prisca Primasari
Tahun terbit : 2015 (Love Theft #1) dan 2016 (Love Theft #2)
Penerbit : Prisca Primasari
Jumlah halaman : 190 halaman (#1) dan 238 halaman (#2)
Sinopsis

(#1)
Frea Rinata gadis yang sangat payah di kampus. Sementara teman-temannya sudah melangkah jauh ke depan, dia tetap saja berjalan di tempat, minim prestasi, dan dipandang sebelah mata. Benar-benar menyebalkan. Untunglah dia punya kehidupan kedua yang lebih menarik, yang melibatkan seorang pemuda bernama Liquor. Atau setidaknya, pemuda yang "dipanggil" Liquor. Frea nyaris tidak tahu apa-apa tentangnya, kecuali bahwa pemuda itu sangat menarik, memiliki profesi yang tidak biasa, dan penuh misteri....

(#2)
Permasalahan yang dihadapi Frea, Liquor, dan Night semakin rumit saja. Ketiganya harus membenahi kekeliruan yang mereka lakukan, sekaligus bertarung dengan perasaan masing-masing. Di sisi lain, Frea semakin mengenal Liquor, sedikit demi sedikit. Dia memahami luka pemuda itu, mengetahui masa lalunya, juga terus berusaha mengobati hatinya....
***

May 15, 2018

[Review Buku] The Storied Life of A.J Fikry #Gabrielle Zevin


Judul : The Storied Life of A.J Fikry (Kisah Hidup A.J Fikry)
Pengarang : Gabrielle Zevin
Penerjemah : Eka Budiarti
Tahun terbit : 2017
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 280 halaman
Sinopsis

“Manusia tidak bisa hidup sendiri; setiap buku membuka jendela dunia.”

Hidup A.J Fikry jauh dari yang diharapkannya. Istrinya meninggal, penjualan di toko bukunya merosot tajam, dan hartanya yang paling berharga, koleksi puisi Poe yang langka, baru saja hilang dicuri. Pelan tapi pasti, A.J. menjauhkan diri dari semua orang di Pulau Alice. Bahkan ia tak lagi menemukan kegembiraan dari buku-buku di tokonya. Ia malah menganggap buku-buku itu sekadar penanda bahwa dunia telah berubah begitu cepat.

Tetapi kemudian paket misterius muncul di tokonya. Paket itu kecil, meski bobotnya lumayan. Kemunculannya memberi A.J kesempatan untuk membuat hidupnya lebih baik dan melihat semua hal dengan perspektif berbeda. Tak butuh waktu lama bagi orang-orang di sekitar A.J untuk menyadari perubahan dalam dirinya. Ia tak lagi pahit, buku kembali menjadi dunianya, dan semua hal berubah menjadi sesuatu yang tak ia duga akan terjadi dalam hidupnya.
***

May 1, 2018

[Review Buku] Disleksia #Olivia Bobby

Pengarang : Olivia Bobby
Tahun terbit : Maret 2016
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 176 halaman

Sinopsis
Pada umumnya penderita disleksia kesulitan mengeja kata, membaca, menulis, berbicara, serta mendengarkan suara orang lain. Mereka kurang mampu menganalisis maksud keseluruhan kata-kata dan mencampurkan bunyi/suara dalam kata-kata. Dalam buku ini akan dijelaskan penyebab terjadinya disleksia, cara mengenali ciri-ciri anak yang menderita disleksia, serta cara mengatasinya. Penanganan yang cepat dan tepat akan membuat anak dapat mengikuti kegiatan belajar sebagaimana layaknya anak normal. Semoga buku ini dapat mengubah pandangan masyarakat tentang disleksia serta membangun kesadaran berbagai pihak untuk peduli pada penderitaan anak disleksia dan potensi yang mereka miliki. Cinta tulus orangtua dan bimbingan lingkungan terdekatnya adalah hal yang paling berperan dalam menajamkan intuisi dan mengeluarkan semua potensi pada anak disleksia hingga dapat mencapai kesuksesan.
***

April 14, 2018

[Review Buku] Eleanor & Park #Rainbow Rowell

Pengarang : Rainbow Rowell
Penerjemah : Prisca Primasari
Tahun terbit : April 2016
Penerbit : Fantasious
Jumlah halaman : 602 halaman
Sinopsis
“Aku jatuh cinta seperti ketika kau jatuh tertidur. Perlahan-lahan lalu terjadi begitu saja.

Park pikir hal yang menyenangkan yang bisa dilakukannya di dalam bus sekoolah adalah mendengarkan The Smiths lewat headphonenya atau membaca X-men. Sampai ketika anak baru itu naik ke bus. Rambut gadis itu gila-gilaan, merah terang dan sangat keriting. Dia berpakaian seolah dia ingin orang-orang melihatnya. Kemeja pria kotak-kotak, dengan setengah lusin kalung aneh di leher, dan syal-syal yang digelangkan di tangan.

Anak asia aneh. Eleanor cukup yakin anak itu orang Asia. Meskipun begitu, sulit memastikan Asia mana tempatnya. Mata anak itu berwarna hijau. Dan kulitnya bagaikan warna sinar matahari yang menembus lelehan madu.
***

February 10, 2018

[Review Buku] Tokoh-Tokoh Perang Salib Paling Fenomenal #Muhammad Ali Fakih


Pengarang : Muhammad Ali Fakih
Tahun terbit : September 2011
Penerbit : Najah
Jumlah halaman : 296 halaman
Sinopsis
Ketika mengkaji Perang Salib, tentu saja nama Shalahuddin al-Ayyubi tak luput dari pembahasan. Ini berkat kepemimpinan, kekuatan militer, sifatnya yang ksatria, bijaksana, serta pengampun saat ia berperang melawan tentara salib. Bahkan, tentara Salib yang tertawan pun diperlakukan dengan penuh peri kemanusiaan olehnya. Ia pun berhasil menaklukkan Jerussalem.

Selain Shalahuddin, ada pula tokoh lainnya dari kubu kristen yang terkenal dalam Perang Salib, yakni Robert II of Flander, yang berhasil menaklukkan Jerussalem 15 Juli 1099 M. Ini merupakan prestasi terbesarnya.

Tentunya, ada banyak tokoh lainnya yang masyhur dalam Perang Salib, baik dari kubu Islam maupun Kristen. Misalnya dari kubu Islam, dikenal Asaduddin Shirkuh, Imaduddin Zanky, Al-Ashraf Khalil, dan lain-lain. Sementara itu, dari kubu Kristen, dikenal Urbanus II, Petrus Hermit, Richard the Lionheart, dan lain sebagainya. Semua tokoh luar biasa itulah yang dikisahkan secara apik di buku ini. Berbagai strategi peperangan sekaligus pencapaian dan kegagalan mereka dalam Perang Salib dituturkan komplet di sini.
***

January 13, 2018

[Review Buku] Miss Peregrine's Home For Peculiar Children #Ransom Riggs


Pengarang : Ransom Riggs
Penerjemah : Tanti Lesmana
Tahun terbit : 2016
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 544 halaman

Sinopsis
Sebuah pulau misterius. Panti asuhan yang terbengkalai. Dan koleksi foto yang aneh bukan main. Semuanya menunggu ditemukan dalam kisah Miss Peregrine’s for Peculiar Children, novel unik yang menggabungkan fiksi dan fotografi menjadi pengalaman membaca yang mendebarkan.

Jacob Portman yang berumur 16 tahun baru saja kehilangan kakek kesayangannya. Dulu kakeknya suka bercerita sambil menunjukkan koleksi foto anak-anak aneh, dan Jacob mengira kakeknya hanya membual. Setelah kakeknya meninggal tidak wajar, Jacob mengikuti pesan terakhirnya dan pergi ke pulau terpencil di luar pantai Wales, untuk mencari rumah Miss Peregrine dan anak-anak aneh itu. Yang menjelajahi sisa kamar-kamar dan lorong-lorongnya, semakin jelas bahwa anak-anak ini sungguh-sungguh ada dan, ajaibnya, mereka masih hidup sampai sekarang, walaupun tampaknya mustahil. Dan ada sebabnya mereka mengasingkan diri di pulau terpencil itu.
***

November 29, 2017

[Review Buku] The Orange Girl #Jostein Gaarder

Judul : The Orange Girl
Pengarang : Jostein Gaarder
Penerjemah : Yuliani Liputo
Tahun terbit : Februari 2016
Penerbit : Mizan Pustaka
Jumlah halaman : 257 halaman

Sinopsis
Aku mesti mengajukan pertanyaan serius kepadamu, Georg, dan itulah sebabnya aku menulis. Akan tetapi, agar mampu mengajukan pertanyaan ini, pertama-tama aku harus menyampaikan cerita sedih. Bagaimana perasaan Anda jika mendapat surat seperti di atas dari ayah Anda yang meninggal sebelas tahun yang lalu? Bingung, tentunya.

Itulah yang dialami Georg Røed pada usianya yang ke-15 tahun. Dia tak habis pikir mengapa ayahnya, di kala menjelang wafat, memutuskan untuk menuliskan kisah cintanya dengan seorang gadis misterius. Si Gadis Jeruk, demikian ayahnya menyebut gadis tersebut. Siapa sebenarnya si Gadis Jeruk itu? Dan mengapa pula ayahnya menanyakan kabar Teleskop Ruang Angkasa Hubble? Sepanjang isi buku ini, bersama Georg, Anda akan diajak menjelajahi sebuah dunia yang di dalamnya kehidupan nyata dijalani seperti dalam dongeng. Dari sebuah kisah cinta, beralih ke perenungan tentang alam semesta, sampai pada pertanyaan filosofis tentang hidup, akhirnya mungkin Anda pun bisa menjawab pertanyaan ayah Georg: sebuah pertanyaan yang sangat penting bagi hidup kita.
***

November 28, 2017

[Review Buku] A Man Called Ove #Fredrik Backman


Judul : A Man Called Ove
Pengarang : Fredrik Backman
Penerjemah : Ingrid Dwijani Nimpoeno
Tahun terbit : Januari 2016
Penerbit : Noura Books
Jumlah halaman : 440 halaman

Sinopsis
Sebelum terlibat lebih jauh dengannya, biar kuberi tahu. Lelaki bernama Ove ini mungkin bukan tipemu. Ove bukan laki-laki yang menuliskan puisi atau lagu cinta saat kencan pertama. Dia juga bukan tetangga yang akan menyambutmu di depan pagar sambil tersenyum hangat. Dia lelaki antisosial dan tidak mudah percaya kepada siapapun.

Seumur hidup, yang dipercayainya hanya Sonja yang cantik, mencintai buku-buku, dan menyukai kejujuran Ove. Orang melihat ove sebagai lelaki hitam putih, sedangkan Sonja penuh warna. Tak pernah ada yang menanyakan kehidupan Ove sebelum bertemu Sonja. Namun bila ada, dia akan menjawab bahwa dia tidak hidup. Sebab, di duia ini yang bisa dicintainya hanya tiga hal: kebenaran, mobil Saab, dan Sonja.

Lalu… masih inginkah kau mengenal lelaki bernama Ove ini?
***

Saya memulai membaca buku ini sekitar akhir Juni—kurang lebih 5 bulan yang lalu. Buku ini bercerita tentang laki-laki tua bernama Ove. Awalnya saya tidak begitu antusias membaca buku ini, karena dibagian awal hanya bercerita tentang rutinitas dan sifat Ove yang lumayan mengesalkan. Karena hal itulah, saya berjalan lambat menyelesaikan buku ini. Namun, ketika saya memasuki halaman ke- 200, saya menyesal tidak membaca buku ini sedari dulu.

Ove—laki-laki tua yang dalam imajinasi saya adalah sosok yang tinggi, kuat, dan penulis mengatakan bahwa dia memiliki banyak bekas luka di tubuhnya. Terlepas tentang kehidupannya bersama Sonja, penulis tidak pernah menceritakan bagaimana kehidupan Ove sebelum bertemu dengan Sonja. Karena bagi Ove, sebelum bertemu Sonja, dia tidak pernah merasa hidup. Karakter Ove dalam buku ini begitu kuat, buktinya saya merasa bahwa dia benar-benar hidup. Ove adalah orang yang lurus, memegang prinsip begitu gigih meskipun kadangkala membuat segalanya menjadi rumit.

“Namun bagi Sonja, Ove tidak pernah masam, kikuk, dan keras kepala. Baginya Ove adalah buket bunga merah jambu yang sedikit acak-acakan pada saat makan malam pertama mereka. Ove adalah setelan cokelat milik ayahnya yang sedikit terlalu ketat di bahu bidang muramnya. Ove sangat meyakini beberapa hal: keadilan, kesetaraan, kerja keras dan dunia yang menganggap kebenaran adalah kebenaran. Bukan karena dia ingin mendapat medali, diploma, atau tepukan di panggung, tapi hanya karena memang begitulah seharusnya.” – halaman 199.

Sonja mencintai Ove dengan segala kekurangannya. Bahkan ketika semua orang menyangsikan keputusannya, dia percaya bahwa Ove adalah orang yang tepat untuknya.

“Dan ketika salah seorang teman perempuannya bertanya mengapa dia mencintai Ove, Sonja menjawab bahwa sebagian  besar lelaki kabur dari kobaran api. Namun lelaki seperti Ove berlari menyongsongnya.” – halaman 201.

“Itu salah satu sifat yang paling dihargai Sonja dari Ove… dia tidak mengenal orang lain yang bisa duduk di dalam mobil selama satu jam, menunggu, tanpa menuntut untuk tahu apa yang sedang ditunggunya atau berapa lama dia harus menunggu…. Dia tidak pernah bertanya apa yang dilakukan Sonja. Dan dia selalu menunggu Sonja.” –halaman 225.

“Mencintai seseorang bisa disamakan dengan pindah ke sebuah rumah…mulanya kau jatuh cinta dengan semua barang barunya, setiap pagi merasa takjub karena semuanya adalah milikmu, lalu bertahun-tahun kemudian, dinding rumahnya menjadi lapuk, kayunya pecah sana sini, dan kau mulai mencintai rumah itu bukan karena semua kesempurnaannya, tapi lebih karena ketidaksempurnaannya. Kau mulai mengenal semua sudut dan celahnya. Bagaimana cara menghindari kunci tersangkut di lubangnya ketika udara di luar dingin.” –halaman 400.

Kehidupan Ove dan Sonja baik-baik saja, hingga pada akhirnya Sonja memutuskan untuk mendahului Ove. Lalu, tibalah bagi Ove untuk memutuskan untuk mengikuti Sonja, namun selalu gagal dilakukannya.

“Kita merasa gentar terhadap kematian, tapi sebagian besar dari kita merasa paling takut jika kematian itu membawa pergi orang lain. Sebab yang selalu menjadi ketakutan terbesar adalah jika kematian itu melewatkan kita. Dan meninggalkan kita di sana sendirian.”

Penulis menceritakan dengan alur bolak balik. Satu bab bercerita tentang kehidupan Ove di masa sekarang, dan bab selanjutnya bercerita bagaimana kehidupannya bersama Sonja. Mungkin pada bagian awal, saya tidak begitu ingat ceritanya (saya hanya ingat bagian Ove yang marah-marah -_-). Meskipun Ove terkesan tempramen, sebenarnya dia memiliki hati yang sangat tulus. Bahkan ketika orang-orang tertidur lelap, dia membantu seseorang di luar sana.

Saya suka, ketika penulis menceritakan persahabatan Ove dan Rune. Meskipun entah karena apa akhirnya mereka saling membenci (tapi mereka tidak pernah benar-benar membenci). Saya tersentuh ketika Ove membantu Anita agar Rune—suaminya tidak dibawa oleh dinas sosial. Terkadang, di balik marahnya seseorang ada kepedulian yang tak terlihat.

“Salah seorang dari mereka adalah lelaki yang menolak melupakan masa lalu, dan yang seorang lagi adalah lelaki yang benar-benar tidak bisa mengingat masa lalu.” – halaman 287.

Saya suka dengan Parvaneh—ibu hamil yang belajar menyetir, dengan sabarnya menghadapi Ove. Parvaneh—yang ketika Ove terluka adalah orang pertama kehilangan kendali. Cinta adalah sesuatu yang ganjil.


Tere Liye pernah menyebutkan dalam novelnya bahwa ketika kau mencintai seseorang begitu dalam, lalu dia pergi, maka dia membawa separuh hatimu. Bagi saya, kematian Sonja tidak lagi membawa separuh hati Ove, tapi seutuhnya. Saya ingat bahwa di dalam rumah Ove masih terdapat barang-barang Sonja yang belum dikemasnya, dan masih adanya catatan kecil Sonja di kulkas. Karena bagi Ove, dengan seperti itulah dia bisa melanjutkan hidup. Ove mengunjungi makamnya hampir setiap hari, bercerita banyak hal, dan menyampaikan kerinduan yang tak tertahankan.

“Kita selalu mengira masih ada cukup banyak waktu untuk melakukan segalanya bersama orang lain. Masih ada waktu untuk mengucapkan segalanya kepada mereka. Lalu terjadi sesuatu, dan kita berdiri di sana sambil menggelayuti kata-kata semacam ‘seandainya saja’” – halaman 393.

“Sesuatu di dalam diri seseorang akan hancur berkeping-keping jika dia harus menguburkan satu-satunya orang yang selalu memahaminya. Tidak ada waktu untuk menyembuhkan luka semacam itu… dan, bukannya Ove ikut mati ketika Sonja meninggalkannya. Dia hanya berhenti hidup.”

Saya melihat kematian Sonja dan Ove hampir sama. Mereka sama-sama pergi dengan tenang. Jika tidak ada sosok Sonja hadir dalam hidup Ove, mungkin selamanya kehidupan Ove akan menjadi abu-abu. Bahkan, ketika suatu insiden yang menimpa Sonja—seolah meredupkan warna kehidupannya, namun Sonja tetap berwarna.

“Kita bisa menyibukkan diri dengan hidup atau dengan mati, Ove. Kita harus melanjutkan hidup.” – halaman 265.

Buku ini benar-benar bercerita tentang kehidupan. Bagaimana membantu orang-orang tanpa pamrih, menegakkan bahwa kebenaran adalah kebenaran, dan mencintai dengan sepenuh hati sesuatu yang dicintainya. Buku ini sangat manis, bagaimana akhirnya Parvaneh, Patrick, Jimmy, Adrian dan semua tetangga Ove menyayanginya. Walaupun Ove selalu marah-marah kepada mereka, ternyata ada sesuatu yang terselip di hatinya yaitu ketulusan. Saya selesai dengan buku ini, dan masih membekas hingga sekarang. Mungkin esok-esok saya harus membaca buku Fredrik Backman yang lainnya.

Bagaimana akhir dari kisah Ove? Bagi saya, kehidupan Ove berakhir sangat-sangat manis. Dia meninggalkan orang-orang yang mencintainya dengan tersenyum lapang. Bahkan Parvaneh membisikkan sesuatu di telinganya dengan tersenyum tanpa air mata.

Saya memberikan 5/5 bintang untuk buku ini. Ah ya, saya meminjamnya di Ijak. Jadi, jika teman-teman tertarik membacanya, bisa didownload di Ijak secara gratis. Selamat membaca!

Salam.