December 17, 2015
[Wishlist Buku] Love Theft #Prisca Primasari
Labels:
Wishlist Buku
Pendidikan Kimia UNP'13 | Guru Kimia di SMAN 2 Sikakap Kab. Kep. Mentawai | Candu dengan buku | Rehat diri dengan menulis | Pencinta hitam
October 12, 2015
[Serial Fiksi] Time #3
Sore ini, untuk kedua kalinya di hari ini aku
menemukanmu lagi. Aku tidak tahu keberuntungan seperti apa yang kumiliki,
hingga aku harus bertemu denganmu lagi. Aku bahagia, karena aku tersenyum
melihatmu. Aku gugup, karena aku tiba-tiba salah tingkah saat melihatmu. Aku
malu, akan sesuatu yang tak bisa kujelaskan. Aku sungguh menginginkanmu, sedari
dulu, tetapi jiwaku menolak akan hal itu. Alasannya, sekarang bukanlah waktu
yang tepat. Biarlah, seperti ini dahulu.
Aku lebih menyukai dengan keadaan seperti ini.
Perasaanku memang tertahan, namun jiwaku lebih tentram. Hatiku kadangkala
memberontak, memaksa untuk mengatakan apa yang kurasakan, tetapi aku memilih
diam. Karena ketakutan terbesarku adalah kehilanganmu dengan cara yang lebih
menyakitkan. Aku hanya takut, saat kita saling mengenal dengan baik, mengetahui
perasaan masing-masing, lalu semuanya berubah dan hilang. Semua itu menyakitkan
untukku. Cukup melihatmu dari belakang, melihat setiap langkah kakimu dari jauh
adalah sesuatu yang membahagiakan untukku. Karena aku butuh waktu, untuk
menguatkan nyaliku untukmu.
Aku melihatmu duduk di trotoar depan fakultasku.
Aku tidak tahu siapa yang kau tunggu, karena aku melihatmu sibuk melihat ke
arah kiri dan kanan. Sesuatu mengusikku, kau terlihat cemas. Apa kau mempunyai
masalah sekarang ini?
Kau tahu, aku tak mengalihkan pandanganku
darimu. Padahal, tadinya aku hendak segera pulang, menyelesaikan tugas-tugas yang
semakin menggunung. Tetapi saat melihatmu, kakiku tertahan. Aku memutuskan
duduk tak jauh darimu, beberapa meter tepat di sampingmu. Aku menatap lurus ke
jalanan, karena mataku tak berani melihatmu dengan posisi seperti ini. Aku
takut, nantinya kau tiba-tiba melihat ke arah kanan, maka tepatlah mataku
bertemu denganmu—seperti yang terjadi di bus tempo hari.
Ini sudah waktunya pulang. Senja sebentar lagi
hadir, tetapi kenapa kau tak beranjak dari dudukmu? Siapa yang kau tunggu?
Apakah seseorang yang teramat harus kau tunggu?
Haruskah aku menunggumu hingga seseorang yang
kau tunggu itu datang? Hatiku ingin pergi, karena aku takut jika orang yang kau
tunggu adalah bumerang untukku. Namun, aku ingin memastikan kau baik-baik saja.
Jalanan kampus mulai sepi, dan orang-orang yang lalu lalang adalah laki-laki.
Tidakkah itu cukup untuk mengkhawatirkanmu?
Sebentar lagi saja, dan semoga apa yang
kulakukan tidak membuat patah perasaanku untukmu.
###
Labels:
Serial Fiksi
Pendidikan Kimia UNP'13 | Guru Kimia di SMAN 2 Sikakap Kab. Kep. Mentawai | Candu dengan buku | Rehat diri dengan menulis | Pencinta hitam
October 2, 2015
[Serial Fiksi] Time #2
“Hai” Sapaan itu tak pernah
sekalipun terucap di mulutku. Lidahku kelu, dan keinginan itu hanya tersimpan
dalam hatiku. Aku tidak tahu keberuntungan seperti apa yang datang padaku. Hari
ini—untuk kedua kalinya, setelah bertahun-tahun aku tak melihatmu, aku bertemu
denganmu. Masih dengan cerita yang sama, kau menaiki bus yang sama denganku.
Aku tersenyum. Sungguh senyum itu bukan sengaja kubuat,
tetapi saraf sensorikku tiba-tiba merespon seperti itu. Aku melihatmu
mengenakan baju kemeja biru muda, dengan rok hitam panjang, disertai kerudungmu
yang terjulur rapi senada dengan warna kemejamu. Kau duduk di ujung dekat sopir
bus berada. Pandanganmu lurus ke depan, tak sekalipun kau melihatku. Aku tidak
tahu apa yang kau pikirkan, karena raut wajahmu begitu serius. Aku menghela
napas, mengalihkan pandanganku darimu. Ada sesuatu yang mengusik di dadaku,
hasrat ingin bertanya, dan berharap kau akan melihatku, walau hanya sekali.
Labels:
Serial Fiksi
Pendidikan Kimia UNP'13 | Guru Kimia di SMAN 2 Sikakap Kab. Kep. Mentawai | Candu dengan buku | Rehat diri dengan menulis | Pencinta hitam
August 19, 2015
[Jurnal] Enam Menuju Tujuh Tahun, Kawan
Kawan,
ini sudah memasuki tahun keenam, dan nyaris memasuki tahun ketujuh, bukan?
Malam
ini, kuputuskan untuk kembali memanggil memori-memori masa lampau, yang telah
terkubur oleh waktu. Sudah lama sekali niat untuk menulis kisah ini, namun
seringkali hal-hal sepele mengalahkannya. Semoga saja malam ini aku dapat
menyelesaikannya dengan baik.
Siapa
dia? Aku tidak ingin memperkenalkannya dengan jelas, karena kuyakin—kemungkinan
besar dia akan ‘mencak-mencak’ kepadaku. Hahaha.
Labels:
Jurnal
Pendidikan Kimia UNP'13 | Guru Kimia di SMAN 2 Sikakap Kab. Kep. Mentawai | Candu dengan buku | Rehat diri dengan menulis | Pencinta hitam
August 12, 2015
[Jurnal] Terima Kasih Atas 20 Tahun Hidupku
Selamat
bertambah usia untuk kesekian kalinya, Fani.
Di
tahun ini, genap sudah usiaku menginjak angka 20, melepas angka 1 yang
dahulunya berada di depan, dan memasuki angka 2 di depannya.
Baiklah,
aku akan membukanya dengan ‘alhamdulillah wa syukurillah’. Sang Kuasa masih
memberikan kesempatan padaku untuk hidup di dunia ini. Ia tetap memberikan
kesempatan untuk berbenah diri, mengintropeksi diri—termasuk memperbaiki
kesalahan yang terjadi setahun lalu, atau beberapa tahun lalu. Rasa syukur akan
usia ini, tidak menandingi apapun saat ini. Karena dengan hal ini, menunjukkan
Allah masih memberi peluang untuk menjadi orang yang lebih baik. InsyaAllah,
Amiin Ya Rabb.
Alhamdulillah
atas kesehatan yang senantiasa Allah berikan kepadaku. Dengan nikmat inilah,
setidaknya aku dapat berusaha untuk beribadah padaNya sebaik mungkin.
Alhamdulillah
atas perasaan kasih dan sayang yang Allah limpahkan kepada ‘mereka’ untukku.
Tiada kata paling indah untuk menggambarkan sosok mereka. Paling tidak dengan
umur yang panjang ini, Allah masih memberikan kesempatan padaku untuk terus
berjuang membuat mereka bahagia.
Alhamdulillah
atas nikmat yang tak dapat terucap satu persatu. Karena Ia adalah pemberi
nikmat tiada tara yang kadangkala terlupakan. Astagfirullah. Apapun yang Kau
berikan padaku di hari ini, esok lusa, dan hari-hari berikutnya, merupakan sesuatu
yang harus selalu kusyukuri.
Selanjutnya,
ucapan syukur kembali terucap untukMu, Ya Rabb.
Terima
kasih telah berada di sisiku, bahkan saat orang-orang tak mampu lagi mengerti
akan keadaanku, Engkaulah yang kan memenuhi rongga-rongga pelipur lara ini.
Terima
kasih telah memberikan kekuatan padaku untuk melewati ini semua. Karena aku
tahu, tanpa Engkau aku tidak akan sampai pada posisi ini. Pertolongan Engkau
lah yang membuatku berada di situasi yang lebih baik saat ini.
Terima
kasih atas segala pintu maaf yang senantiasa kau berikan untukku. Aku menyakini
Kau Maha Pengampun. Karena dengan begitu, hatiku jauh lebih tenang.
Terima
kasih telah memberikan kasih dan sayangMu kepadaku sebagai hambaMu. Tidak ada
yang kubutuhkan selain ridha dariMu. Apalah artiku tanpa ridha dariMu, Ya Rabb.
Terima
kasih telah membuatku menjadi orang yang kuat, memberikan dorongan hingga aku berada
di titik yang tadinya tak mampu kuraih.
Ya
Rabb, terima kasih atas segala apapun yang kau berikan. Aku bersyukur Kau masih
berada di sisiku.
Ya
Rabb, di umur yang menginjak angka 2, jadikanlah diri ini menjadi orang-orang
yang senantiasa di dekatMu, mencintaiMu sepenuh hidupku, dan menjadi manusia
yang lebih berarti di mataMu. Karena aku percaya, bahwa Kau tidak pernah
sia-sia menciptakan umatMu. Amiin Ya Rabb :’)
Selamat
bertambah usia yang ke- 20, Fani.
Salam,
10
Agustus 2015
Labels:
Jurnal
Pendidikan Kimia UNP'13 | Guru Kimia di SMAN 2 Sikakap Kab. Kep. Mentawai | Candu dengan buku | Rehat diri dengan menulis | Pencinta hitam
Subscribe to:
Posts (Atom)

