Pages

February 3, 2015

[Jurnal] "Kegilaan" Pada Kak Orizuka #JilidDua

Hallo Kak Orizuka ^^

Aku kembali dengan posisi masih sebagai penggemarmu.
Sebelumnya aku telah menulis sesuatu tentang kronologi—bagaimana aku bisa menggilai karya-karya Kak Ori pada tulisan ‘Kegilaan Pada Kak Orizuka’, dan kali ini aku kembali dengan tulisanku—tetap berhubungan dengan novel Kak Orizuka.

Perbedaannya mungkin keadaan saat aku menulis tulisan ini. Jika dulunya aku dalam kondisi ‘gila’ dengan novel Kak Ori, tetapi mungkin sekarang aku dalam taraf wajar dan aman. Tentunya tetap ‘girang’ yang tidak ketulungan apabila menemukan novel Kak Ori yang terbaru atau diterbitkan kembali.
Sebelumnya, aku telah berhasil mengoleksi delapan dari dua puluh dua novel Kak Ori. Apa-apa saja? Tentu, aku telah jelas memaparkannya pada tulisanku sebelumnya—disini.
Setelah terakhir aku membeli The Chronicles of Audy:4R, pencarianku terus berlanjut, hingga sekarang hanya tersisa tiga buah novel Kak Ori yang belum kudapatkan—Fate, With You, dan The Shaman.
Baiklah inilah beberapa novel-novel yang berhasil kubeli setelah Audy 4R

After School Club
Ada cerita apa dengan novel ini? Tidak begitu gila menurutku. Saat aku melangkahkan kaki ke toko buku, niat sebenarnya adalah CUCI MATA. Tidak ada sedikitpun ingin membeli buku manapun. Tetapi entah kehendak dari mana, ujung-ujungnya aku malah membeli novel ini. Padahal sebelumnya, aku memang telah menemukan novel ini, dan tidak begitu berniat untuk membelinya (karena stocknya masih banyak ^_^). Namun, berhubung hari itu hanya tinggal—kalau tidak salah empat buah. Aku dengan sangat—harus membelinya—daripada harus membelinya dengan online—hemat ongkir ceritanya. Hakhak.



Infinitely Yours
Hmm, ini adalah novel Kak Ori yang tidak kusadari—bahwa penulisnya adalah orang Indonesia ternyata. Aku telah membaca novel ini—jauh sebelum aku menjadi penggemar Kak Ori. Tetapi, karena kapasitas otakku cukup minim untuk mengingat, setelah tiga tahun aku lupa bagaimana cerita dalam novel ini. Sama dengan novel After School Club, aku tidak berniat untuk membelinya. Berhubung karena aku telah membacanya—yaa lebih baik tidak membeli. Tetapi, aku tidak tahu hasrat itu datang dari mana, akhirnya—aku membeli novel ini—yap, setelah pergulatan dengan diriku sendiri.
Lucunya adalah, aku ingat bahwa novel itu hanya tinggal beberapa yang masih terbungkus rapi di Gramedia. Tiga atau empat novel kalau tidak salah. Karena aku masih bergulat dengan diriku, aku menyelipkannya di tumpukan novel Roma—STPC paling belakang rak—dengan tujuan siapapun tidak mengambilnya nanti. Haha—parah. Tetapi, persembunyiannya hanya beberapa saat, karena aku memutuskan untuk membelinya, ck.



That Summer Breeze
Jujur aku sangat menyukai cover ini, dibandingkan cover sebelumnya. Ini adalah novel Kak Ori yang telah di filmkan, dan re-publish. Awalnya aku cukup kesulitan mencari novel ini. Dan malah menemukannya setelah sang pegawai pun kebingungan mencari keberadaan novel ini. Yap, sepertinya cuma itu ceritanya tentang novel ini.



Me and My Prince Charming
Fight For Love
Dua novel ini adalah karya Kak Ori yang re-publish. Aku dengan sangat mudahnya menemukan dua novel ini sekaligus di tumpukan novel-novel terbaru. Segera mengambilnya, dan tersenyum ‘girang’.



Meet The Sennas
Sama seperti sebelumnya, aku hanya tersenyum girang dengan kemunculan novel Kak Ori yang re-publish dengan perubahan judul dari novel sebelumnya, tanpa mengubah isi dari novel tersebut.



Oppa and I : Love Signs
Ini adalah novel seri ketiga dari Oppa and I. Inilah novel yang membuatku selalu bertanya-tanya “kapan novel ini akan terbit”. Bahkan saking gilanya, aku berniat membelinya secara online. Tapi syukurnya, itu tidak terjadi. Kesabaranku masih terkendali :D



High School Paradise
Cukup aneh dan tidak menyangka menemukan novel ini di toko buku Sari Anggrek—terakhir aku membeli di sana saat masih duduk di bangku SMP. Aku lebih menyukai membeli peralatan alat tulis, dibandingkan membeli buku sejenis novel di sini. Tetapi, entah kenapa hari itu aku ingin sebentar saja melihat tumpukan novel-novel di sana. Alhasil, aku menemukan HSP dan novel Kak Prisca Primasari—Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa—novel ini tidak kutemukan lagi di Gramedia. Lalu, apa yang terjadi? Aku membelinya, dan tidak henti-hentinya tersenyum. Terkadang aku heran, bagaimana mungkin sebuah buku dapat mengubah mood seseorang? Entahlah, itu yang terjadi padaku. Hmm.

Love United
Best Friends Forever
Dua novel ini, sungguh membuatku frustasi. Bagaimana tidak? Aku membelinya setelah—dengan sangat frustasi keluar ruang Ujian Praktikum Kimia Fisika dan berlabuh ke toko buku ini—menghilangkan stres. Efeknya, aku juga dalam keadaan frustasi membeli novel ini.
Percaya atau tidak, aku membeli sebuah novel dalam kondisi yang tidak pernah kubeli—novel tidak terbungkus rapi. Namun, karena berhubung novel Love United hanya tinggal SATU-SATUNYA di sana, dengan terpaksa aku membelinya—takut tambah sulit mencarinya.
Sedangkan yang satunya lagi, novel itu dalam keadaan normal, tanpa kurang sedikitpun. Hahaha.
Aneh, terkadang dalam beberapa hal dan situasi tertentu, seseorang dapat kehilangan akal sehatnya—mana pernah aku membeli buku, jika tidak terbungkus dengan rapi -__-
Dan terakhir….


The Chronicles of Audy: 21
Ceritanya adalah—ini adalah kado dari seorang adik, yang tanpa kusadari telah kuanggap adikku sendiri. Terkadang, tanpa pertalian darahpun bisa membuat seseorang begitu dekat.
Ini adalah kado saat umurku menginjak 19 tahun, dan aku bahagia dia memberikan ini padaku. Lucunya adalah, aku telah tahu kado apa yang akan berikannya padaku. Bagaimana tidak?
Malam itu, dia mengirimkan sebuah pesan dari ponselku. Dengan polosnya dia berkata, “Novel Kak Orizuka apa yang belum kakak punya?” Tentu aku hanya mengatakan Fate dan With You—karena memang novel itulah yang aku cukup sulit menemukannya dan The Chronicles of Audy: 21—yang baru terbit. Dan akhir percakapan kami malam itu adalah….
“Kak, jangan beli novel The Chronicles of Audy: 21. Awas kalau beli!”
Itu pertanda apa? Hahaha.
Terimakasih atas kadonya, dek say :*
Nah, begitulah ceritaku tentang novel-novel Kak Orizuka. Setidaknya, kegilaanku masih aman dan terkendali. Aneh? Sedikit aneh menurutku. Hehe. Sekarang, dengan sangat sabar aku menunggu novel Kak Ori yang belum kutemukan: FATE, With You, dan The Shaman. Kalaupun ada toko buku online yang menjual sekarang, tunggu—karena aku dalam proses menabung—lagi. Haha.
Oke, sampai jumpa pada ‘kegilaan’ selanjutnya. ^_^




Nb: Kak Ori, harga novelnya sedikit diturunkan, boleh? Haha.

2 comments:

  1. Hebat ya sudah berkarya sebanyak itu. Di Indonesia bisa dihitung novelist yang seaktif ini :)

    Harus bisa juga nih nerbitin buku sebanyak itu judulnya :D

    ReplyDelete
  2. Iya, orizuka penulis yang sangat produktif. dia membuat saya menjadi lebih bersemangat untuk menulis.

    Ya, harus. Semangat untuk menulis \m/

    ReplyDelete