Pages

December 30, 2018

[Review Buku] Surat Cinta (Above and Beyound) #Sandra Brown

Judul : Surat Cinta (Above and Beyound)
Pengarang : Sandra Brown
Tahun Terbit : Agustus 2018
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 320 halaman

Sinopsis:
Sesaat setelah melahirkan bayi pertamanya. Kyla Stroud diberitahu bahwa suaminya, Marinir Richard Stroud, tewas dalam tugas. Tak ada apa pun yang tersisa dari Richard, tidak juga barang-barang pribadinya, untuk dikirimkan pada Kyla sebagai kenangan. 

Sementara itu, di Jerman, seorang anggota Marinir lain yang selamat dari ledakan bom, tersadar dari tidur panjangnya dan mendapati dirinya tidak lagi utuh seperti dulu. Namun, semangat hidupnya bangkit kembali ketika membaca setumpuk surat cinta milik sahabatnya yang tak sengaja jatuh ke tangannya. Dan ia pun jatuh cinta pada wanita yang menulis surat-surat itu...
###

December 29, 2018

[Jurnal] Seminar Proposal #26Januari2017

Pukul 07.30 - 09.30 Dan, mereka datang :')
Bagi saya, tahun 2016 hingga 2017 merupakan waktu dimana saya seharusnya menghargai diri sendiri. Sejak diwisuda, saya tidak pernah lagi menulis tentang diri sendiri. Entah karena alasan apa, hanya seolah tidak ingin bercerita lebih banyak lagi. Padahal, saya sudah membuat daftar tulisan yang harus diselesaikan, salah satunya tentang ini.

Jika kamu ingin bahagia, setidaknya hargai dirimu sendiri. Semisal, mengucapkan terimakasih kepada dirimu sendiri.

Ada hal yang saya lupakan yaitu berterima kasih kepada diri sendiri. Saya lupa bahwa diri ini juga perlu dibahagiakan. Untuk diri ini: terimakasih atas segalanya. Tentang kesabaran, pengorbanan, dan kekuatan hingga saya berada di titik ini. Jika saya tidak berdamai dengan diri sendiri, saling berkeras dengan ego, barangkali banyak hal yang tidak terselesaikan oleh saya. Namun, Allah berikan apa yang saya butuhkan. Alhamdulillah, Allah redam segala rasa lelah. Allah hapus setiap kegelisahan dan ketakutan, dan Allah ciptakan begitu banyak keajaiban. Hingga saya yakin bahwa telah sudah segalanya olehNya.

December 9, 2018

[Review Buku] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini #MarchellaFP

Judul : Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Pengarang : Marchella FP
Tahun Terbit : Oktober 2018
Penerbit : POP
Jumlah Halaman : 200 halaman

Barangkali sudah  lama saya tidak lagi membaca berjam-jam di Gramedia sambil berdiri, lalu pulang dengan menyelesaikan satu buku. Saya menemukan buku ini dengan mudah. Bukan tanpa alasan saya memutuskan untuk membacanya. Beberapa bulan belakangan beranda di media sosial saya penuh dengan promosi buku ini. Lalu, entah kenapa saya pun ikut penasaran untuk membacanya. 

Awalnya saya mengira bahwa buku ini akan bercerita tentang sepasang kekasih. Nyatanya, tidak demikian. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini-- seorang ibu yang menulis surat kepada anaknya, tentang bagaimana seharusnya menjalani hidup. 

Ini pertama kalinya saya membaca tulisan Marchella. Menurut saya, ini perkenalan yang baik. Karena, esok-esok saya ingin membaca karyanya yang lain. Saya suka dengan kalimat-kalimat sederhana yang disuguhkan penulis. Sederhana namun cukup membuat saya lama untuk membalik halaman selanjutnya. 
"Saat terlalu sibuk mencari, jawaban dari ratusan pertanyaan, jangan sia-siakan mereka yang ada dalam proses pencarian."

October 22, 2018

[Bedah Buku] Tangga Menuju Cinta-Nya #1

Pict Alqur'an by Pinterest
Bismillah. Alhamdulillah wa syukurillah. Setelah kurang lebih satu bulan saya tidak menulis apapun di sini. Entah karena alasan apa, hanya saja saya kehilangan ide untuk menulis.

Saya berusaha untuk menyempatkan diri dalam membaca buku. Meskipun hanya beberapa halaman. Saya memaksa diri untuk menyelesaikan buku 'Tarbiyah Cinta Imam Ghazali' karya Yon Machmudi dan Soraya Dimyathi. Saya telah sampai di halaman 159. Saya berada pada bahasan 'Tangga Menuju Cinta-Nya'. 

"Sebelum kau jatuh cinta kepada makhluk-Nya, jatuh cintalah kepada-Nya lebih dahulu"

Saya membaca buku ini amat lambat, dengan harapan dapat memahaminya dengan baik. Terlepas dari segala penuturan yang kadangkala masih membuat saya kurang nyaman. Namun di balik semua itu, buku ini seolah recharge bagi iman saya. Dan mencintai Allah adalah suatu keharusan. 

Bagaimana cara mencintai-Nya? 

Dan mencintai adalah mendahulukan yang dicintai. Salah satu cara sederhana mencintai-Nya adalah mendahulukan-Nya dibanding kepentingan lain.

[Membaca Al-Qur'an Sepenuh Penghayatan] 

August 26, 2018

[Bedah Buku] Berkawan

Pict by Sean-McComb
Saya masih berusaha untuk meluangkan waktu untuk membaca. Minimal satu jam untuk membaca, sekaligus untuk mengurangi timbunan buku yang belum terbaca. Saya melanjutkan buku Teach Like Finland karya Timothy D Walker. Saya belum bisa berandai-andai kapan pastinya mampu menyelesaikan buku ini. Bukan karena bukunya tidak menarik, tapi butuh waktu untuk mencerna setiap kisah dari si penulis. Saya telah menyelesaikan bagian kedua buku ini: Rasa Dimiliki. Lalu, saya tertarik untuk membahas tentang Berkawan yang diceritakan oleh penulis.

"Ketika Anda berbagi dengan orang lain segalanya menjadi lebih ringan"--halaman 87.

August 22, 2018

[Jurnal] Kesempatan Menjadi Seorang Guru


Saya percaya bahwa Allah telah menetapkan segalanya dengan baik, termasuk segala kesempatan dan harapan. Saya masih ingat apa yang terjadi satu tahun lalu-skripsi dan wisuda. Lalu, waktu tanpa disadari berjalan cukup cepat. Hingga saya telah berada cukup jauh dari hiruk pikuk kejadian itu. Sekarang adalah minggu terakhir di bulan Agustus. Tidak ada yang menyangka bahwa bulan esok adalah pengingat satu tahun toga berada di atas kepala saya. Tidakkah itu menjadi hari yang membahagiakan kala itu? Alhamdulillah wa syukurillah, Allah beri saya kesempatan di hari itu. Sekarang, setelah euforia wisuda berlalu tanpa terduga Allah berikan saya kesempatan lagi. 

Saya menyakini bahwa kesempatan tidak pernah datang dua kali. Maka dari itu, saya memutuskan untuk mengambil kesempatan itu. Meskipun itu berarti saya harus keluar dari zona nyaman. Percaya atau tidak, saya selalu takut untuk memulai sesuatu yang baru. Perasaan tidak nyaman yang senantiasa hadir menjadi hambatan bagi saya. Satu bulan yang lalu, saya diberi kesempatan untuk mengajar di sekolah. Selepas kompre Juli tahun lalu, saya mengajar di bimbel, sambil menikmati hidup sebagai seorang pengajar hingga hari ini. Lalu, entah sejak kapan saya mulai berdoa pada-Nya. Ya, saya meminta pada-Nya agar diberi kesempatan.

Saya meminta, lalu Allah memberikannya. Tiba-tiba ada kabar terbukanya peluang bagi saya. Saya memberanikan diri untuk melamar walaupun hati penuh dengan rasa takut. Saya takut bertemu dengan orang baru, takut tidak diterima dalam suatu lingkungan. Beberapa minggu setelah itu, dengan harapan yang tak jelas-antara berharap dan tidak, panggilan itu datang. Mungkin bisa dibayangkan bagaimana degup jantung saya waktu itu. Berlebihan memang, tapi saya memang seperti itu.

July 9, 2018

[Bedah Buku] Julaibib Radhiyallahu anhu

(Biggest Dream Masjidil Haram,
Makkah Saudi Arabia)
"Ada orang yang di sisi manusia tak pernah sekalipun tersebut namanya, namun di sisi Zat Arsy, dia begitu di dikenal hingga para malaikatpun mendoakannya".

Apabila membaca buku non fiksi, sulit sekali bagi saya untuk konsisten pada satu buku. Sebelumnya saya sedang bersemangat menyelesaikan Teach Like Finland, namun apa daya, buku karangan Yon Machmudi dan Soraya Dimyathi ini lebih menarik. Buku ini berjudul "Tarbiyah Cinta Imam Al-Ghazali". Walaupun membaca seperti siput, setidaknya saya telah berada di halaman 122. 

Pada mulanya saya tidak begitu tertarik membacanya, karena ada beberapa pemilihan diksi yang membuat saya kurang nyaman ketika membacanya. Tetapi, semua itu terlupakan ketika penulis mulai menyuguhkan kisah-kisah para sahabiyah: bagaimana cara mereka mencintai Allah dan Rasulullah. Sungguh cerita-cerita singkat itu membenarkan bahwa mencintai-Nya adalah suatu keharusan.