![]() |
|
Judul
Buku : The Chronicles of Audy : 4/4
Pengarang
: Orizuka
Terbit
: Juni 2015
Jumlah
Halaman : 320 halaman
Penerbit
: Haru
Sinopsis
Hai. Namaku Audy.
Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja,
sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R
dan jatuh hati pada salah seorang di antaranya.
Kuakui aku bertingkah (super) norak soal ini,
tapi kenapa dia malah kelihatan santai-santai
saja?
Setengah mati aku berusaha jadi layak untuknya,
tapi dia bahkan tidak peduli!
Di saat aku sedang dipusingkan oleh masalah
percintaan ini, seperti biasa, muncul masalah lainnya.
Tahu-tahu saja, keluarga ini berada di ambang
perpisahan.
Aku tidak ingin mereka tercerai-berai, tapi aku
bisa apa?
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang masih
saja ribet.
Kronik dari seorang Audy.
|
June 15, 2015
[Wishlist Buku] The Chronicles of Audy : 4/4 #Orizuka
Labels:
Wishlist Buku
Pendidikan Kimia UNP'13 | Guru Kimia di SMAN 2 Sikakap Kab. Kep. Mentawai | Candu dengan buku | Rehat diri dengan menulis | Pencinta hitam
[Jurnal] Divisi Soal #PIK2015
Yak,
selamat datang saudara-saudara pada tulisanku yang sangat-sangat terlambat
untuk di posting. Banyak hal yang membuatku harus menunda untuk memposting
tulisan ini, yah mungkin faktor-faktor yang tak jelas sebabnya. Baiklah,
kebiasaan lama, aku akan lebih banyak ngelantur daripada membicarakan hal
pokoknya.
Oke,
welcome.
Labels:
Jurnal
Pendidikan Kimia UNP'13 | Guru Kimia di SMAN 2 Sikakap Kab. Kep. Mentawai | Candu dengan buku | Rehat diri dengan menulis | Pencinta hitam
[Jurnal] Terimakasih Telah Mengenalku
Malam ini, ingin kukatakan pada kalian,
terima kasih.
Aku tidak tahu kenapa ingin menulis tentang
ini, tetapi aku merasa perlu sesekali menulis tentang ini.
Sebelumnya, selamat datang masa liburanku,
selamat datang rehat panjang yang kunantikan selama ini.
Seperti biasa, kebiasaan lamaku saat
masuknya musim libur, aku akan kembali menata berkas-berkas kuliah, menata
kembali buku-buku yang sebelumnya berserakan, menata kembali segala sesuatu
yang kuanggap patut untuk di atur ulang.
Dan... disitulah tulisan ini bermula. Saat
memori masa lampau itu kembali terpanggil. Siapapun yang membaca tulisan ini,
tentunya ini untuk kalian. Umurku sudah nyaris menginjak dua puluh tahun. Tanpa
sadar, telah banyak masa-masa yang telah kulalui. Telah banyak memori-memori
yang telah tersimpan, dan kadangkala terlupakan begitu saja. Aku juga manusia.
Selama dua puluh tahun ini, aku mengenal
banyak hal, tentang suka duka kehidupan tentunya. Aku banyak bertemu dan
berpisah dengan orang-orang yang tanpa kusadari ditakdirkan Tuhan untuk bertemu
denganku, bercengkrama denganku, tertawa, bahkan menangis bersama. Disitulah,
kutemukan kalian semua hingga umurku menginjak dua puluh tahun. Sungguh
kehidupan yang panjang, jika aku harus menilik ke belakang.
Pagi tadi, kutemukan sebuah catatan kecil
saat aku duduk di bangku dasar. Kubuka lembaran demi lembaran, dan memori
lamaku terpanggil sudah. Entahlah, ini sedikit tak terbayangkan. Seseorang yang
dahulunya mengenakan rok panjang merah beberapa tahun silam, sekarang telah
berumur dua puluh tahun. Di sana, aku menemukan banyak hal terutama tentang
teman.
Tidak hanya itu, aku juga menemukan setumpuk
buku saat aku berada di bangku sekolah menengah. Kulihat catatan-catatan
lamaku, dan teringat olehku bagaimana dahulunya masa-masa itu hadir, bagaimana
perasaanku saat beruntung bersekolah di sana, setidaknya di sanalah aku
menemukan orang-orang yang luar biasa. Ini bukan bermaksud menyanjung, tapi aku
mengakui bahwa di sanalah hal-hal luar biasa yang kutemukan. Tentang semangat
untuk terus maju, berkompetensi dengan baik, dan persahabatan. Yak, akupun
telah melalui masa-masa itu dahulunya
Lalu, bukankah waktu terus berputar? Karena
akupun melalui masa-masa itu, masa putih abu-abu. Kebersamaan, persahabatan,
dan banyak hal yang kutemukan di sini. Masa-masa yang luar biasa untukku, di
sini. Hahaha
Dan.... sekarang kutemukan diriku berada di
lingkungan perguruan tinggi, yang alhamdulillah Tuhan kabulkan aku di sini.
Sekali lagi, aku kembali bertemu, kembali menjalin suatu hal yang bernama persahabatan.
Karena kita bertemu, maka suatu masa kita
juga berpisah. Begitulah adanya. Karena kita bertemu, untuk suatu saat harus
berpisah. Suka atau tidak, begitulah alam mengaturnya. Waktu terus berputar,
pemahaman, dan tujuan hidup semakin terarah, wajar saja jika dahulunya kita
sering bersama, sering bercengkrama dengan baik, tertawa, saling memotivasi,
memberi semangat, dan semuanya harus berpisah dalam jarak yang tak kita
ketahui. Dan, tanpa disadaripun kita saling melupakan, lupa untuk bertanya kabar
karena kesibukan yang ada di depan mata, lupa untuk berkumpul lagi, walaupun
hanya tuk menghabiskan sisa-sisa waktu senggang. Yah, begitulah. Kita juga
manusia. Keadaan yang membuat kita tanpa sadar bersikap seperti ini.
Sejujurnya, inilah kelemahanku. Kadangkala, karena begitu fokusnya aku tanpa
sengaja lupa tuk bertanya kabar, lupa untuk menghadirkan percakapan-percakapan
ringan. Ingin kukatakan, maafkan aku.
Selepas magrib tadi, tanpa sengaja kulihat
kembali tulisan-tulisan lamaku, kulihat kembali pesan-pesan singkat dari
teman-temanku. Pesan-pesan yang mengingatkanku, bahwa dahulunya kita pernah
bersama, baik dalam satu sekolah, atau dalam kondisi yang tak terduga.
Pesan-pesan yang berisi doa, motivasi, canda tawa yang saat sekarang tidak lagi
kutemukan. Terima kasih. Sungguh, aku tidak pernah lupa, atau sengaja
melupakan. Tetapi karena keadaan, membuatku ingatan akan momen-momen itu
tergantikan oleh tuntutan-tuntutan yang ada di depan mataku. Sekali lagi,
maafkan aku.
Dan, aku tidak ingin melewatkan mereka yang
hadir sepanjang dua tahun ini. Mereka yang memberikan warna baru di
kehidupanku, mereka yang membuatku ingin kembali ke masa-masa saat aku
berseragam putih abu-abu. Hahaha. Begitulah, kita baru merasa itu berarti, saat
kita telah melaluinya, dan menjadikannya sebuah kenangan.
Terima kasih telah mau berteman denganku,
menerimaku dengan segala kekurangan yang kumiliki. Terimakasih telah membuatku
menjadi diriku sendiri, tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain.
Terimakasih telah berada di dekatku dalam semua kondisi, termasuk dalam keadaan
yang memilukan, keadaan yang tak sanggup kutahan sendiri. Terima kasih, dan
maafkan segala kesalahan yang kulakukan pada kalian semua. Aku juga manusia,
dan pahamilah bahwa aku tak pernah luput dari kesalahan.
Hmm. Beginilah, dua puluh tahun yang
kulalui. Aku menemukan banyak teman, kutemukan banyak pembelajaran dari kalian
semua. Kekurangan dan kelebihan yang kalian miliki kujadikan semua itu
pemahaman agar aku mampu menerima kalian dengan baik. Tak kupedulikan semua
itu, karena kita selalu belajar untuk menerima semua segala kelebihan dan
kekurangan jika kita ingin berteman dengan baik bukan? Hahaha. Sadarilah,
karena menemukan teman itu adalah hal yang luar biasa bagiku. Karena kenapa?
Karena dengan bertemu dengan teman, maka aku akan menemukan hal baru. Dan itu
sungguh mengasyikkan. Percayalah. Dan, hal yang masih sulit kulakukan, namun
ingin kuusahakan untuk melakukannya adalah menjaga semua pertemanan itu tetap
terjalin dengan baik. Walaupun sekarang dan nantinya setiap kita berada di
tempat yang sama dan berbeda. Dan, kuharap kalian masih menganggapku sebagai
seorang teman.
Terakhir, aku mendoakan suatu hari nanti
kita dapat bersua dalam kondisi yang berbeda. Tentunya, kondisi yang dahulunya
kita dambakan. Impian-impian besar yang saat sekarang tengah berjung untuk
mewujudkannya. Amiin Ya Allah. Semoga Allah ridha akan setiap doa.
Terimakasih telah mengenalku.
Lalu, apa kabar kalian semua?
Labels:
Jurnal
Pendidikan Kimia UNP'13 | Guru Kimia di SMAN 2 Sikakap Kab. Kep. Mentawai | Candu dengan buku | Rehat diri dengan menulis | Pencinta hitam
[Review Buku] Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang #BoyCandra
Judul : Catatan Pendek untuk
Cinta yang Panjang
Pengarang : Boy Candra
Terbit : Januari 2015
Jumlah Halaman : 212 halaman
Penerbit : MediaKita
Sinopsis
Pada akhirnya, kamu hanya perlu mensyukuri apa pun yang kamu
miliki hari ini. Walaupun yang kamu tunggu tak pernah datang.Walaupun yang kamu
perjuangkan tak pernah sadar dengan apa yang kamu lakukan. Nikmati saja.Kelak,
dia yang kamu cintai akan tahu, betapa kerasnya kamu memperjuangkannya.
- Boy Candra -
Catatan
Pendek untuk Cinta yang Panjang adalah novel ketiga yang tulis oleh alumnus
Universitas Negeri Padang bernama Boy Candra. Novel yang terbitkan oleh
Mediakita pada tahun 2015 mengangkat tema mengenai catatan penulis atas
perjalanan cintanya. Novel ini merupakan novel perdana yang ditulisnya dalam
bentuk non fiksi.
Novel
ini memberikan daya tarik tersendiri. Dilihat dari pemasaran dalam menarik
pembeli dengan memberikan tampilan novel yang berbeda dari novel yang lainnya.
Penerbit membuatnya seperti dalam bungkusan kotak yang cantik, sehingga novel
berada di dalam bungkusan itu.
Novel
ini berkisah layaknya sebuah diari yang menjelaskan perjalanan cinta dari
penulis. Sama seperti judulnya, novel ini memang murni berkisah bagaimana
penulis dengan sahabat menjadi sepasang kekasih, melewati banyak hal, tentang
duka, tentang luka, dan kenangan.
Novel
ini sangat cocok bagi pembaca yang tengah jatuh cinta, ataupun yang mengalami
patah hati yang rumit. Karena di dalam novel ini tidak hanya sekedar bercerita
tentang kisah si penulis. Tetapi, ada kalimat-kalimat membangun yang dapat
memotivasi dalam menghapi persoalan rumit bernama ‘cinta’.
Selain
itu, rangkaian kata mudah dipahami menjadikan novel ini dapat diperuntukkan
bagi pembaca yang tidak menyukai bacaan berat. Tidak hanya itu, novel ini tidak
terlalu tebal dan tidak terlalu tipis sehingga dapat dibaca oleh pembaca yang
ingin mencari bacaan ringan dan cepat diselesaikan.
Namun,
ada beberapa bagian yang membuat reviewer kebingungan menghubungkan antara satu
bagian dengan bagian selanjutnya. Ada beberapa bagian yang tidak saling
terkait, dan kesannya seperti bolak-balik. Sehingga menimbulkan kebingungan
dari reviewer.
Mungkin
novel ini layaknya diari, adanya kebosanan yang dirasakan oleh reviewer. Sayangnya
reviewer tidak menemukan dimana letak kebosanannya. Namun semua itu dapat
ditutupi oleh penulis dari segala kelebihan yang diberikan oleh penerbit serta
penulis. Buktinya dari toko buku yang dijumpai sudah sold out dan dapat disimpulkan banyaknya pembeli yang ingin membaca
karya penulis ini.
Baiklah,
mungkin 2 bintang cukup ^^
Labels:
Review Buku
Pendidikan Kimia UNP'13 | Guru Kimia di SMAN 2 Sikakap Kab. Kep. Mentawai | Candu dengan buku | Rehat diri dengan menulis | Pencinta hitam
May 28, 2015
[Serial Fiksi] Time #1
Ini terlalu indah. Aku tidak tahu kenapa, aku menyebut ini sesuatu yang indah Hari ini, aku menemukanmu kembali, dalam guyuran hujan nan sendu. Aku melihatmu lagi, setelah sekian lama, aku tak melihatmu. Apa yang kau lakukan selama ini? Hingga aku harus menahan semua rindu yang ada? Apa yang kau lakukan satu tahun terakhir ini? Hingga dadaku harus sesak, jantungku harus berdebar-debar kuat, menunggu hadirmu di sisi jalanan nan sepi? Astaga, apakah aku sebegitu menyedihkannya? Entahlah, aku tidak tahu, namun yang kurasakan, seperti itu.
***
Aku melihatmu. Sendiri, tanpa seorangpun yang menemanimu dalam dinginnya hujan. Tidak ada teman. Kau hanya sendiri. Apa yang terjadi? Apa kau masih sama dengan yang dahulunya? Kau tengah menunggu bus, dan aku pun menunggu bus yang sama denganmu. Tetapi, aku berdiri jauh, sangat jauh di belakangmu.
Sesekali, aku melihatmu menengadah ke atas, menyaksikan hujan yang turun semakin deras. Aku juga melihatmu mengeratkan jaket hitam yang kau kenakan. Tidak banyak yang berubah dari dirimu. Kau tetap sama. Wajahmu masih seteduh yang dulu.
Saat bus datang, kau melangkah masuk, dan akupun melakukan hal yang sama. Sore itu, bus sangat penuh, semua orang berdesak-desakan. Aku melihatmu kesulitan mencari tempat yang nyaman untuk berdiri. Tanpa sengaja, aku berdiri bersisian denganmu. Aku melihatmu, dan kau juga melihat ke arahku. Satu detik, dua detik, tiga detik. Hanya tiga detik, tatapanku bertemu denganmu. Setelah itu, aku melihatmu menunduk. Aku juga memalingkan wajahku, salah tingkah, dan malu.
Tiga detik. Hanya tiga detik mataku bertemu denganmu. Tetapi tiga detik itu, membuat perubahan suhu tubuhku. Wajahku memanas, tanganku gemetar hebat. Aku bahkan tak sanggup lagi melihat ke arahmu.
Kau melangkah keluar bis, dan hal yang sama juga kulakukan. Hujan masih turun begitu deras. Aku melihatmu tetap berdiri di halte. Sepertinya kau tak berniat melanjutkan perjalananmu menuju rumah. Aku ingin menawarkan bantuan, tetapi aku terlalu takut. Aku takut, bantuan inilah yang akan merusak jalan ceritanya.
Akhirnya, tindakan bodoh yang kulakukan adalah, menyembunyikan payung yang dipinjamkan teman di kampusku, dan berdiri di belakangmu, hingga hujan reda.
Hei, kau begitu menakutkannya untukku, hingga sekedar menegurmu saja aku tak sanggup. Betapa bodohnya aku.
***
Labels:
Serial Fiksi
Pendidikan Kimia UNP'13 | Guru Kimia di SMAN 2 Sikakap Kab. Kep. Mentawai | Candu dengan buku | Rehat diri dengan menulis | Pencinta hitam
May 22, 2015
[Wishlist Buku] Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang #Boy Candra
![]() |
|
Judul
: Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang
Pengarang
: Boy Candra
Terbit
: Januari 2015
Jumlah
Halaman : 212 halaman
Penerbit
: MediaKita
Sinopsis
Pada akhirnya, kamu
hanya perlu mensyukuri apa pun yang kamu miliki hari ini. Walaupun yang kamu
tunggu tak pernah datang. Walaupun yang kamu perjuangkan tak pernah sadar
dengan apa yang kamu lakukan. Nikmati saja. Kelak, dia yang kamu cintai akan
tahu, betapa kerasnya kamu memperjuangkannya.
- Boy Candra -
|
Labels:
Wishlist Buku
Pendidikan Kimia UNP'13 | Guru Kimia di SMAN 2 Sikakap Kab. Kep. Mentawai | Candu dengan buku | Rehat diri dengan menulis | Pencinta hitam
May 21, 2015
[Wishlist Buku] In a Blue Moon #Ilana Tan
![]() |
|
Judul
: In a Blue Moon
Penulis
: Ilana Tan
Terbit
: April 2015
Jumlah
Halaman : 320 halaman
Penerbit
: Gramedia Pustaka Utama
Sinopsis
“Apakah
kau masih membenciku?” “Aku heran kau merasa perlu bertanya.”
Lucas Ford pertama kali bertemu dengan Sophie Wilson di bulan Desember pada tahun terakhir SMA-nya. Gadis itu membencinya. Lucas kembali bertemu dengan Sophie di bulan Desember sepuluh tahun kemudian di kota New York. Gadis itu masih membencinya. Masalah utamanya bukan itu—oh, bukan!—melainkan kenyataan bahwa gadis yang membencinya itu kini ditetapkan sebagai tunangan Lucas oleh kakeknya yang suka ikut campur. Lucas mendekati Sophie bukan karena perintah kakeknya. Ia mendekati Sophie karena ingin mengubah pendapat Sophie tentang dirinya. Juga karena ia ingin Sophie menyukainya sebesar ia menyukai gadis itu. Dan, kadang-kadang—ini sangat jarang terjadi, tentu saja—kakeknya bisa mengambil keputusan yang sangat tepat. |
Labels:
Wishlist Buku
Pendidikan Kimia UNP'13 | Guru Kimia di SMAN 2 Sikakap Kab. Kep. Mentawai | Candu dengan buku | Rehat diri dengan menulis | Pencinta hitam
Subscribe to:
Posts (Atom)
Baca Juga Tulisan Lainnya
Memuat artikel terkait...








