![]() |
| [Kegiatan Pembelajaran Pengenalan Alat Laboratorium] |
Saya tidak pernah lagi menulis cerpen atau puisi. Saya tidak pernah lagi menulis untuk diri saya sendiri. Rasanya seperti kekurangan waktu setiap saatnya. Padahal sebenarnya bukan seperti itu, prioritas itu telah berpindah. Awalnya menulis cerpen dan puisi adalah hobi sekaligus kesenangan bagi saya. Namun sekarang, kesenangan itu berpindah dengan mengurusi pekerjaan rumah.
Saya masih menjadi seorang guru di Kepulauan. Rutinitas saya tetap sama tidak berubah sedikitpun. Fokus saya hanya satu: mengajar. Anehnya, itu lebih dari cukup bagi saya. Tidak ada lagi ambisi, karena bisa jadi mimpi saya terlalu rendah. Ketika saya sudah menjadi guru, mengajar, berkutat dengan ilmu yang saya senangi, itu sudah cukup. Entahlah, rasanya sekarang saya lebih banyak belajar secara otodidak. Cari tau sendiri. Bukan tidak ingin ikut seminar dan sejenisnya. Hanya saja, waktu saya tidak sepenuhnya berada di sini. Otak saya terbagi menjadi beberapa bagian yang harus secara adil saya imbangi. Jika saya melebihkan kepada sesuatu, maka tertinggallah yang lainnya. Dan, keluarga tidak akan pernah menjadi yang kedua bagi saya. Keluarga adalah yang utama. Karir dan lainnya, akan tiba masanya saya mengurusnya dengan baik. Terpenting sekarang adalah, saya jalani tugas sebaik-baiknya, mengajar sepenuh hati, dan setelah itu kembali pulang ke rumah.
Setelah mengenal Al, jujur saya sedikit kecanduan. Al mempermudah beberapa aspek. Saya tidak pandai mendesain dan akan butuh waktu yang sangat lama. Namun, Al membantu hal tersebut. Sedari dulu, saya ingin mencicil menulis modul pembelajaran. Sayangnya itu selalu terhenti karena Kurikulum yang selalu berubah. Misalnya, baru membuat modul yang 'bagus' menurut saya, eh Kurikulum sudah berganti. Akibatnya setelah itu, saya urung diri.
Tahun ini saya mulai menggunakan Al untuk menyusun pembelajaran. Terlihat menarik dan bisa membangunkan otak saya yang tertidur beberapa waktu silam. Saya menggunakan Al hanya untuk mendesain tampilannya. Modul berwarna menurut saya terlihat menarik. Saya pribadi pun semangat untuk menyusunnya. Desain dari Al, tapi konsep materinya masih berasal dari saya. Kenapa demikian? Jika kita meminta kepada Al, menurut saya akan dibuatkannya dengan lengkap. Tapi terkadang itu tidak sesuai dengan kondisi dan karakteristik siswa saya di sini. Termasuk tujuan pembelajaran yang harus saya sesuaikan hingga asesmen yang tidak bisa sama dengan sekolah lain.
Minggu lalu, siswa fase E saya baru selesai Penilaian Sumatif Lingkup Materi topik Hakikat Ilmu Kimia. Jika dilihat dari modul, sebenarnya ini cukup boros pertemuan. Namun, mau bagaimana lagi? Saya tidak bisa memaksakan banyak materi jika nantinya pemahaman siswa kosong. Biarlah lambat sedikit, namun siswa dapat mengingat dengan baik. Ingat saja mereka secuil dari materi pertemuan sebelumnya itu adalah sedikit kebahagiaan bagi saya.
Saya menyusun 6 pertemuan untuk materi ini. Apa hal menarik yang saya temukan? Banyak hal sebenarnya. Metode dan media pembelajaran yang saya gunakan berbeda di setiap pertemuan. Cuman yang menjadi perhatian saya adalah siswa-siswa dengan label 'bermasalah' yang mencuri minat saya. Setidaknya, ketika saya bertanya suatu materi mereka dapat membedakan mana perubahan fisika dan kimia serta mana unsur, senyawa, dan campuran. Anak-anak yang dilabel nakal, sering cabut, buat masalah, entah bagaimana alhamdulillah satu bulan belakangan ini agak penurut menurut saya. Alhasil saya pun terharu oleh mereka. Ketika saya bentuk kelompok, untuk menghindari pertengkaran di kelas, maka saya satukan mereka semua. Tahukah apa yang terjadi? Mereka kompak. Saling kerjasama, saling membantu, dan tugas lebih cepat selesai jadinya. Dari sana saya berpikir, mereka akan baik-baik saja kedepannya. Semoga hati mereka tetap ingin belajar.
Kita akan selalu tau bagaimana sifat seseorang ketika diajak dalam kelompok. Kebanyakan siswa pintar selalu kesulitan untuk bekerja sama. Mungkin karena mereka punya sifat mandiri dan tidak ingin bekerja sama dengan yang lain. Ada beberapa pertemuan yang mengharuskan mereka untuk bekerja dalam kelompok. Temuan saya, ada 1 kelompok bertengkar. Penyebabnya? Komunikasi yang tidak berjalan dengan baik serta ego masing-masing yang tinggi. Selain itu, ketika saya mengajak untuk berkelompok ada juga siswa yang terlihat mendengus tanda tidak suka dibentuk kelompok. Yap, dia adalah siswa yang pintar menurut saya. Evaluasi saya, kegiatan kelompok tidak dibuat dominan. Hanya dilakukan beberapa kali seperti tentang materi Kimia Disekitar Kita, Metode Ilmiah, dan ketika membahas soal sebelum Penilaian Sumatif.
Apa evaluasi saya?
Ada beberapa hal yang akan saya perbaiki yaitu ketika menerangkan konsep unsur, senyawa, dan campuran. Saya perlu menambahkan tentang campuran homogen dan heterogen. Refleksi setelah melihat hasil latihan siswa, sebagian siswa masih ragu untuk membedakan unsur, senyawa, dan campuran.
Lalu, untuk materi Metode Ilmiah dibagian LKPD nya akan saya ubah. LKPD yang saya buat memang menarik, tapi saya melihat prosesnya anak-anak sempat bingung. LKPD yang akan diisinya berbeda dengan runut dan teknis cara saya mengajar.
Pengenalan Alat Laboratorium sepertinya harus dibuat berkelompok ketika memperkenalkan alat. Tujuannya supaya mereka dapat mengalami pengalaman langsung. Saya melihat mereka kesulitan membedakan antara Gelas Kimia dan Gelas Ukur. Lalu dibuatkan LKPD dengan prosedur kerja yang disesuaikan dengan alat yang akan mereka pilih. Lalu mereka akan presentasikan di depan kelas.
Menurut saya hanya itu. Hal lainnya menurut saya sudah aman. Semoga saya dapat konsisten dan terus mencicil modul ajar berikutnya. Sekarang, saya hanya fokus untuk kelas X fase E dulu. Apabila fase E telah selesai, baru lanjut tingkat berikutnya. Semangat💪💓
(Parah sekali, saya bahkan tidak punya dokumentasi dalam mengajar)
Jika ada yang berminat dengan modul silahkan kunjungi di sini ya: Modul Ajar Hakikat Ilmu Kimia
Ini covernya: (Rasanya senang sekali modul ini rampung dengan sebaik-baiknya dan jujur ini sudah saya terapkan di kelas)


No comments:
Post a Comment