Pages

October 12, 2015

[Serial Fiksi] Time #3


Sore ini, untuk kedua kalinya di hari ini aku menemukanmu lagi. Aku tidak tahu keberuntungan seperti apa yang kumiliki, hingga aku harus bertemu denganmu lagi. Aku bahagia, karena aku tersenyum melihatmu. Aku gugup, karena aku tiba-tiba salah tingkah saat melihatmu. Aku malu, akan sesuatu yang tak bisa kujelaskan. Aku sungguh menginginkanmu, sedari dulu, tetapi jiwaku menolak akan hal itu. Alasannya, sekarang bukanlah waktu yang tepat. Biarlah, seperti ini dahulu.
Aku lebih menyukai dengan keadaan seperti ini. Perasaanku memang tertahan, namun jiwaku lebih tentram. Hatiku kadangkala memberontak, memaksa untuk mengatakan apa yang kurasakan, tetapi aku memilih diam. Karena ketakutan terbesarku adalah kehilanganmu dengan cara yang lebih menyakitkan. Aku hanya takut, saat kita saling mengenal dengan baik, mengetahui perasaan masing-masing, lalu semuanya berubah dan hilang. Semua itu menyakitkan untukku. Cukup melihatmu dari belakang, melihat setiap langkah kakimu dari jauh adalah sesuatu yang membahagiakan untukku. Karena aku butuh waktu, untuk menguatkan nyaliku untukmu.

Aku melihatmu duduk di trotoar depan fakultasku. Aku tidak tahu siapa yang kau tunggu, karena aku melihatmu sibuk melihat ke arah kiri dan kanan. Sesuatu mengusikku, kau terlihat cemas. Apa kau mempunyai masalah sekarang ini?

Kau tahu, aku tak mengalihkan pandanganku darimu. Padahal, tadinya aku hendak segera pulang, menyelesaikan tugas-tugas yang semakin menggunung. Tetapi saat melihatmu, kakiku tertahan. Aku memutuskan duduk tak jauh darimu, beberapa meter tepat di sampingmu. Aku menatap lurus ke jalanan, karena mataku tak berani melihatmu dengan posisi seperti ini. Aku takut, nantinya kau tiba-tiba melihat ke arah kanan, maka tepatlah mataku bertemu denganmu—seperti yang terjadi di bus tempo hari.

Ini sudah waktunya pulang. Senja sebentar lagi hadir, tetapi kenapa kau tak beranjak dari dudukmu? Siapa yang kau tunggu? Apakah seseorang yang teramat harus kau tunggu?

Haruskah aku menunggumu hingga seseorang yang kau tunggu itu datang? Hatiku ingin pergi, karena aku takut jika orang yang kau tunggu adalah bumerang untukku. Namun, aku ingin memastikan kau baik-baik saja. Jalanan kampus mulai sepi, dan orang-orang yang lalu lalang adalah laki-laki. Tidakkah itu cukup untuk mengkhawatirkanmu?

Sebentar lagi saja, dan semoga apa yang kulakukan tidak membuat patah perasaanku untukmu.
###

October 2, 2015

[Serial Fiksi] Time #2


“Hai”  Sapaan itu tak pernah sekalipun terucap di mulutku. Lidahku kelu, dan keinginan itu hanya tersimpan dalam hatiku. Aku tidak tahu keberuntungan seperti apa yang datang padaku. Hari ini—untuk kedua kalinya, setelah bertahun-tahun aku tak melihatmu, aku bertemu denganmu. Masih dengan cerita yang sama, kau menaiki bus yang sama denganku.

Aku tersenyum. Sungguh senyum itu bukan sengaja kubuat, tetapi saraf sensorikku tiba-tiba merespon seperti itu. Aku melihatmu mengenakan baju kemeja biru muda, dengan rok hitam panjang, disertai kerudungmu yang terjulur rapi senada dengan warna kemejamu. Kau duduk di ujung dekat sopir bus berada. Pandanganmu lurus ke depan, tak sekalipun kau melihatku. Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan, karena raut wajahmu begitu serius. Aku menghela napas, mengalihkan pandanganku darimu. Ada sesuatu yang mengusik di dadaku, hasrat ingin bertanya, dan berharap kau akan melihatku, walau hanya sekali.

August 19, 2015

[Jurnal] Enam Menuju Tujuh Tahun, Kawan



https://careeryenta.files.wordpress.com/2013/06/friend1.jpg
Kawan, ini sudah memasuki tahun keenam, dan nyaris memasuki tahun ketujuh, bukan?

Malam ini, kuputuskan untuk kembali memanggil memori-memori masa lampau, yang telah terkubur oleh waktu. Sudah lama sekali niat untuk menulis kisah ini, namun seringkali hal-hal sepele mengalahkannya. Semoga saja malam ini aku dapat menyelesaikannya dengan baik.

Siapa dia? Aku tidak ingin memperkenalkannya dengan jelas, karena kuyakin—kemungkinan besar dia akan ‘mencak-mencak’ kepadaku. Hahaha.

August 12, 2015

[Jurnal] Terima Kasih Atas 20 Tahun Hidupku



http://www.happybirthdaywishes-images.com/wp-content/uploads/2015/08/happy_birthday_Cake_Wallpaper.jpg
Selamat bertambah usia untuk kesekian kalinya, Fani.

Di tahun ini, genap sudah usiaku menginjak angka 20, melepas angka 1 yang dahulunya berada di depan, dan memasuki angka 2 di depannya.

Baiklah, aku akan membukanya dengan ‘alhamdulillah wa syukurillah’. Sang Kuasa masih memberikan kesempatan padaku untuk hidup di dunia ini. Ia tetap memberikan kesempatan untuk berbenah diri, mengintropeksi diri—termasuk memperbaiki kesalahan yang terjadi setahun lalu, atau beberapa tahun lalu. Rasa syukur akan usia ini, tidak menandingi apapun saat ini. Karena dengan hal ini, menunjukkan Allah masih memberi peluang untuk menjadi orang yang lebih baik. InsyaAllah, Amiin Ya Rabb.

Alhamdulillah atas kesehatan yang senantiasa Allah berikan kepadaku. Dengan nikmat inilah, setidaknya aku dapat berusaha untuk beribadah padaNya sebaik mungkin.

Alhamdulillah atas perasaan kasih dan sayang yang Allah limpahkan kepada ‘mereka’ untukku. Tiada kata paling indah untuk menggambarkan sosok mereka. Paling tidak dengan umur yang panjang ini, Allah masih memberikan kesempatan padaku untuk terus berjuang membuat mereka bahagia.

Alhamdulillah atas nikmat yang tak dapat terucap satu persatu. Karena Ia adalah pemberi nikmat tiada tara yang kadangkala terlupakan. Astagfirullah. Apapun yang Kau berikan padaku di hari ini, esok lusa, dan hari-hari berikutnya, merupakan sesuatu yang harus selalu kusyukuri.

Selanjutnya, ucapan syukur kembali terucap untukMu, Ya Rabb.

Terima kasih telah berada di sisiku, bahkan saat orang-orang tak mampu lagi mengerti akan keadaanku, Engkaulah yang kan memenuhi rongga-rongga pelipur lara ini.

Terima kasih telah memberikan kekuatan padaku untuk melewati ini semua. Karena aku tahu, tanpa Engkau aku tidak akan sampai pada posisi ini. Pertolongan Engkau lah yang membuatku berada di situasi yang lebih baik saat ini.

Terima kasih atas segala pintu maaf yang senantiasa kau berikan untukku. Aku menyakini Kau Maha Pengampun. Karena dengan begitu, hatiku jauh lebih tenang.

Terima kasih telah memberikan kasih dan sayangMu kepadaku sebagai hambaMu. Tidak ada yang kubutuhkan selain ridha dariMu. Apalah artiku tanpa ridha dariMu, Ya Rabb.

Terima kasih telah membuatku menjadi orang yang kuat, memberikan dorongan hingga aku berada di titik yang tadinya tak mampu kuraih.

Ya Rabb, terima kasih atas segala apapun yang kau berikan. Aku bersyukur Kau masih berada di sisiku.

Ya Rabb, di umur yang menginjak angka 2, jadikanlah diri ini menjadi orang-orang yang senantiasa di dekatMu, mencintaiMu sepenuh hidupku, dan menjadi manusia yang lebih berarti di mataMu. Karena aku percaya, bahwa Kau tidak pernah sia-sia menciptakan umatMu. Amiin Ya Rabb :’)

Selamat bertambah usia yang ke- 20, Fani.

Salam,
10 Agustus 2015

[Review Buku] Eclair: Pagi Terakhir di Rusia #PriscaPrimasari

·        Judul : Éclair, Pagi Terakhir di Rusia
·        Pengarang : Prisca Primasari
·        Penerbit : Gagas Media
·        Tahun terbit : 2011
·        Tebal : 234 Halaman
·        Panjang buku  : 18, 5 cm

Éclair, Pagi Terakhir di Rusia, merupakan salah satu karya dari Prisca Primasari. Buku yang bertema kan tentang persahabatan ini memberikan suatu kesan tersendiri bagi pembaca. Pada novel ini, si pengarang menuliskan tentang persahabatan lima orang, yang bernama, Katya, Sergei, Lhiver, Kay dan Stepanych. Mereka berlima menjalin persahabatan semenjak meninggalnya ayah Katya yang mana merupakan orang paling dicari oleh Tsar Rusia (orang-orang keturunan kerajaan Rusia). Namun, persahabatan yang mereka jalin melonggar dikarnakan suatu peristiwa yang membuat masing-masing dari mereka harus berpisah seiring terputusnya hubungan komunikasi.

Lhiver memutuskan untuk pergi ke Indonesia sebagai native speaker untuk bahasa Prancis. Kay pergi bersama istrinya ke New York. Sedangkan Sergei, Katya, dan Stepanych tetap menetap di Rusia. Seiring berjalannya waktu dari tahun ke tahun, Katya dan Sergei yang telah menjalin hubungan kasih akhirnya berencana untuk menyatukan persahabatan mereka kembali. Hal ini dilakukan atas permintaan Stepanych yang akhirnya divonis mengidap kanker hati.

Di dalam novel ini, pengarang menjelaskan bagaimana watak setiap dari mereka. Seperti, Sergei yang memiliki jiwa yang bijaksana, arif, dan sabar. Diantara mereka berlima, Sergei lah yang dianggap paling dewasa dalam berpikir. Katya, gadis perawakan Indonesia- Rusia yang memiliki wajah yang sangat cantik. Sifatnya yang ambisius, dan melakukan segala hal sesuai dengan semestinya merupakan sifat dari seoarang Katya. Lhiver, dan Kay yang terlahir bersaudara ini memiliki sifat yang tidak jauh berbeda. Mereka sama-sama mencintai dunia seni. Sifat yang paling menonjol dari mereka berdua, mereka mampu menyimpan setiap masalah, dan mengubur masalah itu dengan mudahnya. Sedangkan Stepancyh, sabar dan tertutup. Sampai penyakit yang dideritanya mampu dia tutupi sedimikian bersihnya.

Pengarang menjelaskan latar yang beraneka ragam, seperti Rusia, Prancis, New York, dan Indonesia. Adanya latar yang berbeda-beda ini, melahirkan budaya yang dari setiap negara tersebut. Contohnya saja Indonesia, di dalam novel tersebut di jelaskan bagaimana keadaan di Indonesia. Cuaca yang panas, keramaian di setiap jalan, macet, dan beberapa kebiasaan orang Indonesia yang jelas di paparkan oleh si pengarang.

Novel ini memberikan beberapa amanat yang mampu dijadikan pelajaran bagi kehidupan kita sehari-hari. Amanat-amanat pada novel ini, dijelaskan secara tersirat oleh si pengarang. Sehingga, pembaca akan berpikir apa yang ingin disampaikan oleh si pengarang. Adapun amanat yang terdapat di dalam novel ini salah satunya adalah, bagaimana pun retak, dan hancurnya suatu persahabatan, jika ada satu dari mereka ingin mempersatukannya kembali maka hubungan yang tadinya melonggar, akan kembali kokoh semulanya.

Kemampuan pengarang dalam memaparkan plot/ alur dengan sangat baik merupakan salah satu kekuatan dari novel ini. Novel ini disusun, hingga menghasilkan satu kesatuan yang sangat padu. Novel ini memberikan beberapa ilmu tambahan bahasa. Seperti beberapa kosakata bahasa Rusia yang dijelaskan dengan baik. Sehingga, pembaca tidak kebingungan ketika membaca kata-kata yang bukan murni bahasa negara setempat. Konflik antara satu tokoh dengan tokoh yang lainnya sangat apik di paparkan oleh si pengarang. Jika anda membaca novel ini, mungkin anda tidak bisa berhenti di tengahnya. Novel ini mampu membuat pembacanya terus tertarik.

Namun, dalam novel ini juga memiliki kelemahan yang sebenarnya biasa bagi setiap pengarang. Pada novel ini, si pengarang kurang memberikan napas bagi pembaca. Pengarang terus memaparkan masalah-masalah yang menegangkan tanpa memberikan jeda bagi si pembaca. Pengarang kurang sempurna menyusun setiap bagian peristiwa dari novel tersebut. Sehingga, akan menimbulkan kebingungan bagi pembaca. Tetapi, walaupun memiliki kelemahan dari novel ini, novel ini masih memberikan daya tarik tersendiri oleh pembaca. Hal ini membuat kelemahan dari pengarang tertutupi, dan kurang jelas terlihat. 

[Review Buku] I For You #Orizuka

Judul                : I for you: Cinta yang selalu menjagaku
Pengarang       : Orizuka
Penerbit           : Gagasmedia
Tahun terbit    : 2012
Cetakan            : Pertama 2012
                             Kelima 2013
Panjang            : 19 cm
Lebar               : 13 cm
Halaman          : 379 lembar
Harga               : Rp 47.000


“Jika hal yang paling sulit untuk kamu lakukan adalah mengucap ‘selamat tinggal’, saat itulah kamu tahu kamu sedang jatuh cinta”

Suatu hari dalam hidupku, kau dan aku bertemu. Masih jelas di ingatanku sosokmu yang memukauku. Lidahku jadi kelu, mulutku terkatup rapat karena malu. Setiap malam, bayanganmu menari-nari dalam benakku. Ada sejuta alasan mengapa aku begitu memujamu. Kau menyinari relung gelap hatiku. Kau satu-satunya orang yang ingin kurengkuh. Kau yang bertanggung jawab atas segala rindu. Kau adalah yang teristimewa bagiku. Tanda-tandanya sudah jelas : Aku menyukaimu. Tetapi, bagaimana caranya untuk mendekatimu? Kau begitu jauh, sulit kuraih dengan jari-jemariku. Dan semakin lama, aku mulai menyadari satu hal. Bahwa kau dan aku mungkin ditakdirkan tak bisa bisa bersatu. 

Begitulah kisah cinta yang cukup pelik antara Princessa Setiawan—Cessa—gadis bermata hazel yang jatuh cinta pada Surya—lelaki berkulit sawo matang, dan kutu buku. Kisah cinta yang berawal dari suatu kebencian dikarenakan perbedaan status antara mereka berdua. Cessa bak putri istana yang selalu didampingi Benji—pangeran  impian kaum hawa sangat membenci orang miskin. Sedangkan Surya—lelaki yang berhasil meraih beasiswa di sekolah ternama dengan notabene orang miskin sangat membenci orang kaya. 

Begitulah kisah mereka dimulai. Mereka membenci, namun diam-diam merasa saling membutuhkan. Cessa yang tadinya membenci Surya, perlahan mulai menerima keadaan status sosialnya. Hal ini berawal saat Surya menolong Cessa dari lemparan bola basket. Cessa menyadari sesuatu tumbuh di hatinya semenjak itu—sesuatu yang membuatnya bahagia. 

Kedekatan merekapun berlanjut, ditambah dengan kebiasaan Cessa mengikuti Surya ke perpustakaan. Mereka bercerita, berbagi tentang kehidupan. Sampai pada Cessa mengatakan bahwa ia menyukai Surya. Pernyataan yang membuat Surya tidak percaya bahwa bidadari bisa menyukainya. Akhirnya, Cessa pun berpacaran dengan Surya. Namun, kisah cinta yang mereka idamkan tidak selamanya berjalan mulus. Ditambah dengan sosok Benji yang selalu hadir di sisi Cessa karena suatu alasan. Hal yang paling menyakitkan bagi Surya adalah, ketika Cessa merasa kesakitan, atau terluka orang yang pertama dipanggilnya adalah Benji—bukan Surya pacarnya. 

Novel ini menyajikan tentang kehidupan masa remaja yang indah. Menggambarkan seseorang yang tidak normal ingin merasa normal dengan yang lainnya. Sosok yang rapuh, ingin terlihat sangat kuat dihadapan banyak orang. Novel ini memberikan banyak pelajaran bagi kita semua, bahwa orang yang tidak memiliki kemampuan yang cukup, masih ingin melakukan hal yang sama dengan orang lain. Tidak hanya itu,  di sini juga dijelaskan tentang status sosial yang sebenarnya tidak menjadi penghalang untuk meraih cita-cita. Ini terlihat ketika Surya mati-matian belajar untuk meraih beasiswa agar ia tetap bersekolah. 

Keunggulan dari novel ini terlihat dari alur yang disajikan oleh penulis. Setiap kata-kata yang dihadirkan seolah membuat pembaca tidak ingin melewatkan satu katapun. Selain itu, penulis juga menyajikan kalimat-kalimat yang bermakna, kalimat yang mudah dipahami, dan tidak terlalu banyak pendiskripsian cerita. 

Novel ini sangat  cocok untuk remaja yang menyukai cerita percintaan. Alur, dan cara penulis menyajikan cerita sangat cocok untuk remaja yang menyukai bacaan ringan. Jika kamu membaca novel ini nantinya, tentunya kamu tidak akan pernah bosan. Bahkan, ketika telah selesai membacanya, mungkin kamu ingin sekali lagi membacanya, dan lagi. Jadi, bisakah novel ini menjadi pertimbangan sebagai buku bacaan kamu?

Oke, selamat membaca !! 

 
***
Sedikit informasi kepada teman-teman sekalian. Novel I for you karya Orizuka ini adalah novel ke-15 dari 19 novelnya. Saya pribadi menyukai hampir semua novel yang kak Orizuka tulis. Beberapa novel-novelnya dari tahun 2005 telah banyak dicetak ulang. Jadi tidak ada salahnya teman-teman membacanya, dan mengomentari bagaimana novel kak Orizuka. Untuk mengetahui siapa kak Orizuka bisa kunjungi twitternya di @authorizuka  

Inilah novel-novel karya kak Orizuka dari tahun 2005 hingga sekarang 

Me and my prince charming, Summer Breeze, Duhh susahnya jatuh cinta, Miss J, High school paradise, Fight for love, Love United (High school paradise#2),The truth about forever, 17 years of love song, The shaman, FATE, Our story,After school club,Best friend forever (High school paradise#3),I for you, Infinitely yours, Oppa and I #1, Oppa and I #2, With you. 

Sebelumnya, telah diposting di sini

[Review Buku] Noda Tak Kasatmata #AgnesJessica

Judul                 : Noda Tak Kasatmata

Pengarang       : Agnes Jessica

Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit   : 2008

Cetakan            : Pertama 2008

Halaman           : 192 halaman
Novel Noda Tak Kasatmata adalah salah satu novel fiksi karya Agnes Jessica. Novel ini mengangkat kisah tentang penyelidikan seorang mahasiswi IKIP Jakarta akan peristiwa pembantaian anggota PKI tahun 1965. Sarah—itulah nama mahasiswi IKIP yang dengan keyakinan ingin menulis skripsinya mengenai seluk beluk pembantaian anggota PKI tahun 1965. Untuk itu, ia mendatangi Desa Karya yang terletak di daerah Jombang. Daerah itu akan ia jadikan sebagai tempat penelitiannya selama seminggu sekaligus atas rekomendasi dari dosen pembimbingnya—Bu Asih.
             
Selama seminggu di Jombang, sahabat Bu Asih yang bernama Pak Suprapto memberikan tempat menginap untuk Sarah. Ditambah lagi Pak Suprapto memiliki anak gadis bernama Lastri yang tentunya bisa membantu Sarah dalam penelitian. Sarah dengan senang hati menerima kebaikan Pak Suprapto dan keluarganya. Karena dengan begitu ia bisa lebih mudah melakukan penelitian. Namun, apa yang dipikirkannya tidak sesuai dengan kenyataan. Ketika di Jakarta ia membayangkan akan mudah mengorek informasi dari masyarakat setempat. Tetapi setiap Sarah menanyakan tentang pembantaian PKI, masyarakat bungkam. Hal itu seolah menandakan bahwa peristiwa yang telah terjadi belasan tahun hanya masa suram yang tak perlu diungkit.
            
Penelitiannya tetap berlanjut, walaupun hanya sedikit informasi yang ia dapat. Sasaran utama atas penelitiaannya adalah Surya—laki-laki berwatak keras yang ternyata adalah anak dari korban pembantaian peristiwa tersebut. Masa lalu yang suram membuatnya tidak bersikap baik pada Sarah. Surya yang berstatus sebagai tamatan D3 matematika terpaksa menjadi petani dan penjual bawang di pasar. Hal ini disebabkan karena ia bekas anak PKI. Masa suram dan dampak terhadap kehidupannya kini menjadikan ia tidak terbuka dengan orang-orang asing.
           
Namun, pertemuan- pertemuan yang tidak diduga dengan Sarah membuatnya mulai melunak. Ia mulai bersikap lebih baik kepada Sarah, bahkan membantu Sarah mendapatkan informasi dari Pakdenya. Hingga suatu malam, terjadilah sesuatu yang tidak pernah terpikir antara Surya dan Sarah. Suatu hal yang membuat Lastri yang ternyata calon istri Surya begitu marah pada Sarah.
            
Novel yang berhasil ditulis oleh Agnes Jessica ini benar-benar memberikan pelajaran kepada kita tentang sejarah Indonesia. Bukan hanya sekedar sejarah, namun dampak dari sejarah yang ditimbulkan. Dari novel ini sangat jelas digambarkan betapa menderitanya masyarakat-masyarakat tak bersalah akibat partai komunis tersebut. Sejarah yang terkadang hanya dijadikan kamuflase atas pergolakan politik negara membuat rakyat buta akan kebenaran yang sesungguhnya. Agnes Jessica yang tidak diragukan bagaimana terampilnya ia menulis, benar-benar sukses menceritakan sejarah yang mayoritas dari kita masih awam akan peristiwa itu.
            
Walaupun novel ini digolongkan sebagai novel dewasa, tetapi novel ini tidak menampilkan hal-hal yang dianggap orang tentang ‘dewasa’ itu sendiri. Novel ini dikatagorikan sebagai novel dewasa, mungkin karena kajiannya yang lebih berat dibanding novel-novel remaja lainnya. Novel ini seolah mengungkap sejarah dan asumsi yang selama ini dimakan mentah-mentah oleh masyarakat. Bagaimanapun cerita sejarahnya, setidaknya masyarakat bisa menilai apa yang sebenarnya terjadi dengan negara Indonesia sesungguhnya. Pro atau Kontra, tidak ada masalah karena itulah paham yang dianut masing-masing individu.

Sebelumnya, telah di posting di sini