Pages

July 9, 2018

[Bedah Buku] Julaibib Radhiyallahu anhu

(Biggest Dream Masjidil Haram,
Makkah Saudi Arabia)
"Ada orang yang di sisi manusia tak pernah sekalipun tersebut namanya, namun di sisi Zat Arsy, dia begitu di dikenal hingga para malaikatpun mendoakannya".

Apabila membaca buku non fiksi, sulit sekali bagi saya untuk konsisten pada satu buku. Sebelumnya saya sedang bersemangat menyelesaikan Teach Like Finland, namun apa daya, buku karangan Yon Machmudi dan Soraya Dimyathi ini lebih menarik. Buku ini berjudul "Tarbiyah Cinta Imam Al-Ghazali". Walaupun membaca seperti siput, setidaknya saya telah berada di halaman 122. 

Pada mulanya saya tidak begitu tertarik membacanya, karena ada beberapa pemilihan diksi yang membuat saya kurang nyaman ketika membacanya. Tetapi, semua itu terlupakan ketika penulis mulai menyuguhkan kisah-kisah para sahabiyah: bagaimana cara mereka mencintai Allah dan Rasulullah. Sungguh cerita-cerita singkat itu membenarkan bahwa mencintai-Nya adalah suatu keharusan.

June 16, 2018

[Review Buku] Surat untuk Ruth #Bernard Batubara

Judul : Surat untuk Ruth
Pengarang : Bernard Batubara
Tahun terbit : 15 April 2014
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 168 halaman
Sinopsis

Ubud, 6 Oktober 2012

Ruth,

Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama, bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta namun ditakdirkan untuk tidak bersama? Aku dan kamu tidak memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan. Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan? 

Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth?
***

June 13, 2018

[Bedah Buku] Menyederhanakan Ruang

(Alvar Aalto's studio in Helsinki)
Pada akhirnya saya menulis di sini. Bagi saya, di sini terasa lebih nyaman dibandingkan tempat lainnya. Entahlah, mungkin karena terbiasa berada di sini.

Kali ini, buku yang saya bahas adalah Teach Like Finland karangan Timothy D. Walker. Kenapa saya memilih membahas daripada mereview buku ini nantinya? Saya tidak yakin dapat selesai membacanya dalam waktu dekat. Saya memiliki kelemahan ketika membaca buku non-fiksi. 

Saya membeli buku ini awal November tahun lalu. Sudah hampir setengah tahun, namun progress saya dalam membacanya masih seperti siput. Waktu itu saya sudah sampai di halaman 40-an, tapi karena vakum membacanya beberapa waktu, saya membaca ulang dari awal. 

Malam ini saya berhasil mencapai halaman 36. Walaupun tersendat beberapa kali, akhirnya sampai pada topik 'menyederhanakan ruang'. Hal yang saya senangi dari buku ini adalah pembahasan tentang sekolah di Finlandia dijabarkan secara terstruktur dan terdapat penelitian yang relevan. Akibatnya saya sebagai pembaca tidak sekedar memperoleh informasi mengenai sekolah di Finlandia, namun didukung oleh argumen yang kuat.

June 10, 2018

[Jurnal] 'Anak-anaknya' Kak Prisca Primasari


Saya mulai tertarik untuk membaca novel sejak duduk di bangku kelas 1 SMP. Awalnya sebagai pengisi waktu luang, lalu lambat laun semua itu menjadi kebiasaan yang menyenangkan. Setiap hari saya menyisihkan uang untuk membeli buku. Saya membeli buku dari uang yang disisihkan setiap bulannya, karena saya memiliki tabungan tersendiri untuk membeli buku. 

Seiring waktu saya pun mulai mengenal karya-karya Kak Prisca. Saya tidak ingat kapan tepatnya mulai memasukkan novelnya dalam book wish list. Novel pertama Kak Prisca yang saya beli adalah Eclair: Pagi Terakhir di Rusia. Saya membeli buku ini bukan karena penulisnya, melainkan karena sampul buku yang terlihat menarik di mata saya. Alasan ke dua karena judulnya. Bagi saya, judul pun ikut dalam mengisyaratkan isi dari suatu buku. 

June 3, 2018

[Review Buku] Lovely Heist #Prisca Primasari

Judul : Lovely Heist
Pengarang : Prisca Primasari
Tahun terbit : April 2018
Penerbit : Inari
Jumlah halaman : 432 halaman
Sinopsis

"Kalau satu-satunya cara untuk menyelamatkan Frea adalah dengan mencuri, saya akan melakukannya."

Padahal Liquor sedang berulang tahun, tetapi dia malah mendapat 'kado' yang sangat mengerikan. Kado yang mengancam nyawa Frea, gadis yang teramat dicintai Liquor dan akan segera dinikahi olehnya. Maka dimulailah misi Liquor untuk menyelamatkan Frea. Bersama Night yang sialnya juga mendapat 'kado' serupa. Liquor dan Frea bertolak ke Inggris demi misi tersebut. Di Stratford-upon-avon, Bibury, dan London, mereka menemui rangakaian kejadian yang gelap, manis, lucu, menegangkan, menyakitkan, serta berhadapan dengan masa lalu yang tak henti-hentinya menghantui Liquor. 

Berhasilkah mereka menyelesaikan misi itu?
***

May 29, 2018

[Review Buku] Love Theft #Prisca Primasari

Judul : Love Theft #1 dan #2
Pengarang : Prisca Primasari
Tahun terbit : 2015 (Love Theft #1) dan 2016 (Love Theft #2)
Penerbit : Prisca Primasari
Jumlah halaman : 190 halaman (#1) dan 238 halaman (#2)
Sinopsis

(#1)
Frea Rinata gadis yang sangat payah di kampus. Sementara teman-temannya sudah melangkah jauh ke depan, dia tetap saja berjalan di tempat, minim prestasi, dan dipandang sebelah mata. Benar-benar menyebalkan. Untunglah dia punya kehidupan kedua yang lebih menarik, yang melibatkan seorang pemuda bernama Liquor. Atau setidaknya, pemuda yang "dipanggil" Liquor. Frea nyaris tidak tahu apa-apa tentangnya, kecuali bahwa pemuda itu sangat menarik, memiliki profesi yang tidak biasa, dan penuh misteri....

(#2)
Permasalahan yang dihadapi Frea, Liquor, dan Night semakin rumit saja. Ketiganya harus membenahi kekeliruan yang mereka lakukan, sekaligus bertarung dengan perasaan masing-masing. Di sisi lain, Frea semakin mengenal Liquor, sedikit demi sedikit. Dia memahami luka pemuda itu, mengetahui masa lalunya, juga terus berusaha mengobati hatinya....
***

May 15, 2018

[Review Buku] The Storied Life of A.J Fikry #Gabrielle Zevin


Judul : The Storied Life of A.J Fikry (Kisah Hidup A.J Fikry)
Pengarang : Gabrielle Zevin
Penerjemah : Eka Budiarti
Tahun terbit : 2017
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 280 halaman
Sinopsis

“Manusia tidak bisa hidup sendiri; setiap buku membuka jendela dunia.”

Hidup A.J Fikry jauh dari yang diharapkannya. Istrinya meninggal, penjualan di toko bukunya merosot tajam, dan hartanya yang paling berharga, koleksi puisi Poe yang langka, baru saja hilang dicuri. Pelan tapi pasti, A.J. menjauhkan diri dari semua orang di Pulau Alice. Bahkan ia tak lagi menemukan kegembiraan dari buku-buku di tokonya. Ia malah menganggap buku-buku itu sekadar penanda bahwa dunia telah berubah begitu cepat.

Tetapi kemudian paket misterius muncul di tokonya. Paket itu kecil, meski bobotnya lumayan. Kemunculannya memberi A.J kesempatan untuk membuat hidupnya lebih baik dan melihat semua hal dengan perspektif berbeda. Tak butuh waktu lama bagi orang-orang di sekitar A.J untuk menyadari perubahan dalam dirinya. Ia tak lagi pahit, buku kembali menjadi dunianya, dan semua hal berubah menjadi sesuatu yang tak ia duga akan terjadi dalam hidupnya.
***