Pages

December 29, 2018

[Jurnal] Seminar Proposal #26Januari2017

Pukul 07.30 - 09.30 Dan, mereka datang :')
Bagi saya, tahun 2016 hingga 2017 merupakan waktu dimana saya seharusnya menghargai diri sendiri. Sejak diwisuda, saya tidak pernah lagi menulis tentang diri sendiri. Entah karena alasan apa, hanya seolah tidak ingin bercerita lebih banyak lagi. Padahal, saya sudah membuat daftar tulisan yang harus diselesaikan, salah satunya tentang ini.

Jika kamu ingin bahagia, setidaknya hargai dirimu sendiri. Semisal, mengucapkan terimakasih kepada dirimu sendiri.

Ada hal yang saya lupakan yaitu berterima kasih kepada diri sendiri. Saya lupa bahwa diri ini juga perlu dibahagiakan. Untuk diri ini: terimakasih atas segalanya. Tentang kesabaran, pengorbanan, dan kekuatan hingga saya berada di titik ini. Jika saya tidak berdamai dengan diri sendiri, saling berkeras dengan ego, barangkali banyak hal yang tidak terselesaikan oleh saya. Namun, Allah berikan apa yang saya butuhkan. Alhamdulillah, Allah redam segala rasa lelah. Allah hapus setiap kegelisahan dan ketakutan, dan Allah ciptakan begitu banyak keajaiban. Hingga saya yakin bahwa telah sudah segalanya olehNya.

Dan tulislah, sebelum kau lupa tentang banyak hal.
Mari tebak! Sebenarnya yang tengah stres siapa dalam foto ini? -__-
Pada tanggal 26 Januari 2017, Allah mengizinkan saya untuk ‘seminar proposal’. Bagi saya, momen ini adalah salah satu bagian terbaik dalam hidup saya. Jika kita tidak mengenal kesulitan, bagaimana cara kita untuk belajar bersyukur lebih banyak? Barangkali, awal tahun 2017 adalah kelabu bagi saya. Hingga kepala saya penuh dengan rencana B, rencana C, hingga rencana D. Saat duduk di kursi tunggu jurusan, pikiran saya sibuk mencari rencana: “Jika ini yang terjadi, maka saya akan melakukan ini….”.

Sesuatu terjadi beberapa minggu sebelum rencana awal saya hendak ‘seminar proposal’. Tiba-tiba sebuah keputusan mengharuskan saya untuk mengganti dosen pembimbing. Tahukah, bahwa ketika pembimbing skripsi berganti sama dengan usaha diulang dari nol lagi. Seketika hari itu saya tidak mampu berekspresi. Saya sungguh tidak tau rencana Allah, namun saya percaya bahwa Allah punya sesuatu yang lebih baik.
Terimakasih :')
Allah sungguh amat baik. Melalui kejadian itu, Allah sesungguhnya mengajarkan saya bahwa ‘kita tidak pernah sendirian’. Saya menyaksikan begitu banyak orang-orang yang peduli, dan begitu banyak doa-doa. Apakah saya percaya dengan kekuatan doa? Tentu saja. Bahkan di hari keputusan apakah dosen pembimbing saya diganti, saya meminta doa kepada semuanya: orangtua, saudara, termasuk teman-teman terbaik. Saya menyakini, bahwa kita tidak pernah tau doa dari mana akan dikabulkan oleh Allah, maka dari itu mintalah didoakan dari siapapun.

Berjuang sendirian itu membuatmu kuat, namun bersama memberikanmu kekuatan.

Kita seringkali lupa bahwa ada doa orangtua yang mengiringi setiap langkah. Kita pun juga lupa, ada uluran tangan hendak membantu. Lalu dengan perlahan, saya terima uluran tangan dan pelukan dari mereka. Tulus. Terimakasih.

Qadarullah, Allah tidak mengganti dosen pembimbing skripsi saya. Lalu, nikmat mana lagi yang harus kau dustakan?

Note: Terimakasih telah meminjamkan kos-an untuk tempat kami berfoto. Sayang sekali tidak ikut berfoto ya :D

No comments:

Post a Comment